Surabaya, Bhirawa – Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Surabaya resmi menggelar Upacara Pemberangkatan Atlet Laga menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bali 2026 pada Rabu, 16 September 2026. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Parkir Timur Taman Aserboyo, Ngagel pada pukul 13.00 WIB ini menjadi simbol optimisme tinggi kontingen Jawa Timur untuk menyapu bersih medali emas.
Keberangkatan ini merupakan kelanjutan dari prestasi gemilang FAJI Surabaya yang baru saja menyabet predikat Juara Umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dengan torehan fantastis 15 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Berkat hasil tersebut, Surabaya dipercaya mendominasi kekuatan Jawa Timur dengan mengirimkan 6 tim, total 30 atlet yang terdiri gabungan Surabaya, Gresik, Probolinggo dan Malang
Ketua Umum FAJI Kota Surabaya, Afif Zuchri, menegaskan bahwa Kejurnas Bali 2026 memiliki regulasi yang sangat krusial. Ajang ini merupakan fase kualifikasi utama untuk menentukan atlet yang akan berlaga di Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) tahun depan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, juara di Kejurnas ini akan mendapatkan kesempatan emas mewakili Indonesia di ajang internasional.
“Kesempatan dari Kejurprov sampai Kejurnas ini adalah tolok ukur kita untuk persiapan Porprov 2027, di mana Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah. Target kami dari KONI adalah 250 emas untuk Porprov nanti. Kami tetap optimis sukses sebagai tuan rumah dan sukses prestasi,” ujar Cak Afif.
Ia juga menyelipkan harapan besar kepada para pemangku kebijakan kota. Mengingat Surabaya belum memiliki arena khusus arus deras dan selama ini memanfaatkan perairan datar (flat water), ia berharap ke depan dapat dibangun venue arung jeram buatan di Surabaya. Fasilitas ini dinilai penting untuk menunjang latihan atlet sekaligus menjadi sarana pariwisata baru bagi Kota Pahlawan.
Senada dengan hal tersebut, Bimbingan Prestasi (Binpres) FAJI Jawa Timur, Tri Harsono, memaparkan bahwa skuad yang berangkat merupakan gabungan kekuatan terbaik demi memuluskan jalan menuju PON 2028. Guna menunjang kekuatan armada Surabaya yang mengisi 4 kategori, FAJI Jatim juga mengintegrasikan atlet potensial dari wilayah lain.
“Kita mengambil beberapa atlet dari luar Surabaya sebagai penunjang kekuatan Jawa Timur. Ada yang dari Malang dan Gresik untuk sektor Junior Women, serta dari Probolinggo untuk sektor Youth Men. Pesan saya, optimalkan apa yang sudah dipersiapkan sejak Kejurprov agar bisa berbicara banyak di Kejurnas dan BK PON nanti. Jaga kekompakan,” tutur Tri Harsono.
Langkah mantap para atlet ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi tinggi dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya, Arderio Hukom, S.H. Ia mengaku bangga dengan konsistensi prestasi yang ditunjukkan oleh cabang olahraga arung jeram Surabaya.
“Apresiasi saya selaku Ketua Umum KONI Surabaya, sangat mengapresiasi Surabaya yang terus berkompetisi bahkan hingga sampai ke Kejurnas. Baru pekan lalu teman-teman FAJI Surabaya tampil sebagai Juara Umum di Kejurprov yang diadakan di Jombang. Semoga semangat ini terus terjaga hingga bisa mendapatkan performa puncak (peak performance) di Porprov 2027 kelak. Selamat bertanding, selamat bertarung, selamat berkompetisi. Insyaallah kembali dengan selamat dan membawa hasil yang membanggakan,” tegas Arderio Hukom.
Dari sisi teknis, Pelatih Kontingen, Ridwan Susanto, menjelaskan bahwa meski pengumuman resmi Kejurnas terkesan mendadak (kurang dari 2 bulan), kesiapan fisik para atlet berada dalam kondisi puncak karena program latihan jangka panjang mereka yang simultan dengan persiapan Porprov.
“Atlet harus fokus dan benar-benar disiplin. Nanti setibanya di Bali, langkah pertama kami adalah melakukan orientasi medan agar mereka bisa mendayung dengan nyaman. Kami juga akan memetakan kekuatan lawan dari provinsi lain saat sesi latihan bersama di sana,” kata Ridwan.
Keyakinan serupa disuarakan oleh Estri Novia Febrianti, Atlet FAJI Surabaya. Ia membeberkan bahwa seluruh atlet telah digembleng secara spartan selama 4 hingga 5 bulan terakhir. “Persiapan kita sangat intens. Pagi hari fokus ke latihan fisik, sore harinya kita latihan dayung langsung di Kalimas. Untuk kelasnya sendiri, Surabaya meloloskan 4 kategori yaitu Open Men, Open Women, Junior Women, dan Youth Men. Target kita jelas yaitu harus pulang membawa emas gimanapun caranya, meskipun musuh-musuh di luar sana lumayan berat. Kami harus tetap solid,” tegas Estri.
Suasana haru sekaligus bangga turut mewarnai pelepasan. Supar, perwakilan wali atlet, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pengurus FAJI Surabaya yang telah membina putra-putri mereka dengan sangat sabar dan telaten, terutama dalam mengajarkan teknik rafting yang baik.
“Sebagai orang tua, meskipun kami tidak bisa ikut mengawal langsung ke Bali, doa kami selalu menyertai setiap kayuhan dayung anak-anak. Kami berpesan agar para atlet selalu menjaga kondisi kesehatan dan mental. Tetap fokus pada tujuan dan jangan terpengaruh oleh faktor luar. Semoga doa orang tua dan kerja keras ini mengantarkan Jawa Timur menjadi Juara Umum Kejurnas 2026,” tutup Supar dengan penuh harapan. [rac.wwn]


