DPRD Kota Kediri, Bhirawa. – DPRD Kabupaten Kediri mendukung rencana Bandara Internasional Dhoho menjadi embarkasi haji pada 2027. Keberadaan embarkasi di Kediri dinilai dapat memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah, terutama dari wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, Anang Prakasa, mengatakan keberadaan embarkasi di Bandara Dhoho menjadi langkah positif karena jamaah tidak lagi harus menuju Surabaya untuk proses keberangkatan.
“Kalau saya pribadi menanggapi ini sebagai hal yang positif. Harapannya bisa mengurangi jarak tempuh dan waktu tempuh, juga agar jamaah haji lebih nyaman,” kata Anang, Minggu (6/9).
Menurutnya, jamaah dari Kabupaten Kediri dan daerah sekitar selama ini harus menempuh perjalanan darat menuju Surabaya sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Waktu perjalanan tersebut bisa mencapai sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Dengan adanya embarkasi di Bandara Dhoho, waktu tempuh tersebut dinilai bisa dipangkas. Manfaat serupa juga berpotensi dirasakan jamaah dari sejumlah daerah di wilayah selatan Jawa Timur, seperti Tulungagung dan Trenggalek.
“Terutama yang di wilayah Jawa Timur bagian selatan, tidak semuanya harus ke Surabaya,” ujarnya.
Anang juga berharap keberadaan embarkasi di Kediri dapat membagi beban pelayanan keberangkatan haji yang selama ini terpusat di Surabaya.
“Kalau semua di satu tempat, ya bagaimana dengan adanya fasilitas baru, adanya Bandara Dhoho, harapannya ada inovasi. Kenapa tidak di-split saja?” tuturnya.
Selain memudahkan jamaah, rencana tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Bandara Dhoho. Aktivitas pengantar jamaah diperkirakan dapat mendorong usaha kuliner, jajanan, hingga oleh-oleh di kawasan sekitar bandara.
“Harapannya akan ada efek positif buat masyarakat sekitar. Orang yang mengantar jamaah bisa kulineran, jajanan-jajanan juga bisa laku,” ucap Anang.
Meski demikian, DPRD Kabupaten Kediri masih menunggu perkembangan pembahasan dan koordinasi antarpihak terkait. Dukungan diberikan sepanjang proses realisasi embarkasi haji dilakukan sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
“Intinya kami support dan harapannya yang menikmati juga masyarakat sekitar, baik Kabupaten Kediri dan sekitarnya,” tandas Anang.
Persiapan fasilitas pendukung embarkasi juga mulai dilakukan. Pemkab Kediri sebelumnya menyerahkan sertifikat lahan seluas sekitar 59.307 meter persegi di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, kepada Kementerian Haji dan Umrah RI.
Lahan tersebut disiapkan untuk mendukung rencana pembangunan Hotel Haji di kawasan Bandara Dhoho.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan pembangunan Hotel Haji menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pelayanan jamaah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya menargetkan Bandara Dhoho dapat menjadi embarkasi haji pada 2027.
Namun, realisasinya tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan, kesiapan fasilitas, serta proses koordinasi dan ketentuan penyelenggaraan ibadah haji. [van.nov.hel]


