28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 23, 2026
spot_img

Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Peran sebagai Peace Maker di Ruang Nyata dan Digital

Makkah, Bhirawa. – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dan kerukunan. Caranya yaitu dengan memperkuat sikap saling menghormati, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama. Salah satunya sebagai peace maker.

Ajakan disampaikan Gubernur Khofifah bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September. Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusung tema ‘Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day’ atau Berinvestasi dalam Perdamaian: Untuk Semua Orang, Di Mana Saja, Setiap Hari.

Menurut Khofifah, tema ini menegaskan, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Perdamaian tidak hanya menjadi urusan pemerintah, organisasi internasional, maupun para pemimpin dunia, tetapi harus dirawat oleh setiap orang dari lingkungan terdekat.

”Perdamaian dan kerukunan tidak hadir dengan sendirinya. Keduanya harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, kesediaan untuk mendengar, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan melalui dialog,” kata Khofifah, Selasa (22/9).

Khofifah menegaskan, perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati, saling memahami, dan saling membantu dalam kehidupan bersama. Nilai-nilai itu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang agar perdamaian dapat tumbuh sebagai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

”Perdamaian harus dapat dirasakan dalam bentuk rasa aman, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, kesempatan untuk berkembang, serta kehidupan sosial yang harmonis. Inilah nilai-nilai yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Berita Terkait :  Kesiapan Menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Khofifah menyebut, upaya menjaga perdamaian harus dimulai dari kemampuan setiap individu menciptakan kedamaian dalam diri. Kedamaian tersebut kemudian diwujudkan dalam hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga, tempat tinggal, tempat kerja, dan masyarakat.

Menurutnya, cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama merupakan fondasi penting untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

”Kedamaian harus dimulai dari dalam diri. Ketika seseorang memiliki cinta kasih, kebijaksanaan, dan kemampuan mengendalikan diri, maka ia akan lebih mampu menghargai orang lain dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan,” tuturnya.

Kondisi yang aman dan damai juga menjadi landasan penting bagi kelancaran pendidikan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pembangunan kesejahteraan masyarakat.

”Pembangunan akan berjalan optimal apabila masyarakat hidup dalam suasana aman, tenteram, dan rukun. Karena itu, menjaga perdamaian juga berarti menjaga keberlanjutan pembangunan dan masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah mengatakan, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, budaya, tradisi, dan latar belakang sosial masyarakat.

Keberagaman ini merupakan modal sosial yang harus terus dirawat. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan saling melengkapi, bukan berkembang menjadi prasangka, diskriminasi, kebencian, maupun kekerasan.

”Jawa Timur adalah rumah bersama. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong, bukan alasan untuk saling menjauhkan atau memecah persatuan,” katanya.

Berita Terkait :  Hari Pertama, ASN Kota Mojokerto Diminta Fokus Beri Layanan Terbaik

Menurut Khofifah, upaya menjaga perdamaian dan kerukunan harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan empati, menghargai perbedaan, menghindari kekerasan, dan membiasakan penyelesaian persoalan melalui musyawarah. Nilai yang sama perlu diperkuat di sekolah, kampus, tempat kerja, tempat ibadah, lingkungan permukiman, serta berbagai komunitas di tengah masyarakat. [ina.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!