33.6 C
Sidoarjo
Monday, October 12, 2026
spot_img

DPRD Desak Bozem Segera Dikeruk, Atisipasi Banjir Kota Musim Penghujan

Gresik, Bhirawa — Meski musim penghujan belum tiba, keluhan warga terkait potensi banjir kota sudah mulai diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik. Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD langsung melakukan peninjauan mendadak ke bozem di kawasan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Pengerukan segera diperlukan agar penampungan air dapat berfungsi optimal saat curah hujan tinggi turun nanti.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik, Abdullah Hamdi, menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan kondisi elevasi saluran dan bozem belum maksimal. Saat ini hanya sebagian kecil air yang masuk ke bagian pinggir bozem. Oleh karena itu, pengerukan perlu dilakukan lebih dalam agar wadah ini mampu menampung air dalam jumlah yang lebih besar, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir kota yang mengganggu aktivitas warga.

“Bozem di WEP ini seharusnya menampung aliran dari dua saluran air, yaitu dari Jalan Arif Rahman Hakim. Namun tampaknya saat ini air belum mengalir masuk secara optimal,” ujarnya.

Kondisi bozem saat ini terlihat memiliki gundukan di bagian tengah, sehingga menghambat aliran air. “Pengerukan harus segera dilakukan. Nantinya bozem dapat menampung sekaligus mengatur aliran air yang mengalir ke bawah. Tanpa hambatan, air akan langsung turun dengan cepat tanpa menimbulkan genangan di permukaan jalan,” jelasnya.

Selain bozem di kawasan WEP, pengerukan juga perlu dilakukan di bozem Jalan KH Abdul Karim yang memiliki persoalan serupa. Jika diperdalam, saluran ini akan lebih efektif mengatur aliran air menuju Jalan Samanhudi — kawasan yang kerap dilanda banjir saat musim hujan.

Berita Terkait :  KPU Kabupaten Malang akan Rekrut Tenaga Pelipat Surat Suara

“Banjir kota bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Kami juga mengajak para lurah untuk memperbanyak sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang menumpuk menjadi salah satu penyebab pendangkalan saluran dan menghambat aliran air,” tegas Abdullah Hamdi.

Ia menambahkan, setiap kali musim hujan tiba, petugas kerap menemukan sampah rumah tangga seperti kasur bekas dan barang besar lainnya yang menghambat aliran air. Kesadaran warga memegang peranan penting dalam pencegahan banjir kota. DPRD akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar pengerukan dan normalisasi saluran segera dilaksanakan, sehingga dampak banjir tahunan di Kota Gresik dapat diminimalkan. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!