Surabaya, Bhirawa – Pembangunan daerah tidak cukup diukur dari panjang jalan yang terbangun, besarnya investasi yang masuk, maupun pertumbuhan ekonomi yang tercatat dalam statistik. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu membuka kesempatan kerja, memperluas akses pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam sambutan Gubernur Jawa Timur tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, Ir. Fauzy Nasruddin, ST., M.Sc., yang bertindak sebagai inspektur upacara di halaman Kantor Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, pada peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026) pagi.
Upacara Hari Jadi Provinsi Jatim yang dilakukan di Halaman Kantor Dinas PU Bina Marga itu diikutinoleh segenap keluarga besar Dinas PU Jawa Timur yang terdiri dari Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PRKPC) Jatim.
Mengusung tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan, peringatan Hari Jadi ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang tidak hanya mengejar kemajuan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan.
Salah satu capaian yang disoroti dalam sambutan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pada semester I 2026, perekonomian provinsi ini tumbuh sebesar 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.
Untuk menopang pertumbuhan ekonomi tersebut, pembangunan konektivitas wilayah menjadi salah satu perhatian utama. Melalui pilar Jatim Akses, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya memastikan bahwa masyarakat perkotaan, perdesaan, pesisir, hingga kepulauan memperoleh akses yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dalam sambutan tersebut disebutkan, tingkat kemantapan jalan provinsi hingga semester I 2026 mencapai 87,83 persen. Selain itu, pembangunan Jalur Lintas Pantai Selatan (Pansela) terus didorong melalui pembebasan lahan dan penyelesaian pembangunan untuk membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Jawa Timur.
Konektivitas juga diperkuat melalui layanan transportasi publik. Trans Jatim saat ini telah beroperasi di delapan koridor, terdiri atas tujuh koridor yang melayani kawasan Gerbangkertasusila dan satu koridor di Malang Raya.
Sejak 2022 hingga 2026, layanan tersebut telah melayani hampir 23 juta penumpang dengan tingkat okupansi rata-rata 103,3 persen, sebagaimana disampaikan dalam sambutan Gubernur.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.
Pemerintah provinsi juga memberikan perhatian terhadap konektivitas wilayah kepulauan. Sepanjang 2026, rute pelayaran perintis dari Probolinggo, Gili Ketapang, hingga Kalianget telah melayani hampir 15 ribu penumpang dalam 91 pelayaran.
Dalam konteks ini, infrastruktur tidak semata-mata dipandang sebagai pembangunan jalan, jembatan, atau sarana transportasi. Infrastruktur merupakan penghubung antara masyarakat dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Gubernur menegaskan dalam sambutannya, “Akses yang membaik berarti hasil bumi petani kita laku terjual, anak-anak kita melangkah ke sekolah dengan senyum yang lebih cerah, dan pelayanan kesehatan dapat dijangkau dalam hitungan menit untuk menyelamatkan nyawa.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur pada akhirnya perlu dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Selain pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan, sambutan Gubernur juga menempatkan kelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Pada 2025, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jawa Timur tercatat sebesar 73,43. Pemerintah provinsi juga menyampaikan rehabilitasi hampir 680 hektare hutan dan lahan kritis serta berbagai upaya pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, dan ekonomi sirkular.
Agenda tersebut menunjukkan bahwa pembangunan perlu memperhitungkan daya dukung lingkungan. Pertumbuhan industri, perluasan permukiman, dan pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan perlindungan sumber daya alam agar manfaatnya dapat dipertahankan hingga generasi mendatang.
Melalui sembilan prioritas pembangunan dalam Nawa Bhakti Satya periode 2025–2029, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menyinergikan peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, akses infrastruktur, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, harmoni sosial, dan kelestarian lingkungan.
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya ditentukan oleh capaian angka statistik, melainkan juga oleh kemampuan pemerintah menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan infrastruktur mampu memperluas kesempatan bagi seluruh warga, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan sumber daya daerah.
Pada akhirnya, Jawa Timur yang unggul bukan sekadar daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan daerah yang mampu menjadikan kemajuan sebagai manfaat bersama. [aya.kt]






