Sidoarjo, Bhirawa – Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan kunjungan kerja ke SMP PGRI 1 Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (15/9) kemarin.
Kunjungan ini dalam rangka meninjau perkembangan SMP PGRI 1 Buduran sebagai SMP Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Holding, dan Kecerdasan Artifisial (AI).
Tim dari Kemendikdasmen berjumlah dua orang, yakni Imam Wuryanto sebagai perwakilan Direktorat SMP dan Dr. Elok Sudibyo sebagai dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus Staf Ahli Direktorat SMP Kemendikdasmen.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih dan jajran guru di SMP PGRI 1 Buduran.
Dalam kunjungannya, tim melakukan observasi langsung praktik pembelajaran mendalam di kelas. Menurut tim, tidak hanya sekolah yang harus menjadi contoh, tetapi kepala sekolah juga harus menjadi model kepemimpinan pembelajaran.
Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, juga diwawancarai secara khusus terkait strategi dan inovasi yang diterapkan di sekolah.
Didampingi Kaur Humas SMP PGRI 1 Buduran, Kusmoko, tim juga meninjau berbagai aktivitas unggulan sekolah, di antaranya siswa kelas khusus seni budaya yang sedang latihan gamelan dan siswa yang sedang latihan melukis.
Selain proses pembelajaran, tim juga melakukan observasi pada bangunan fisik sekolah dan sarana prasarana (sarpras) pendukung pembelajaran. Tim turut mendokumentasikan bangunan fisik sekolah yang memiliki identitas khusus SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo.
“Dengan kunjungan ini, diharapkan SMP PGRI 1 Buduran dapat terus menjadi sekolah model dan inspirasi bagi SMP lain di Indonesia dalam menerapkan pembelajaran mendalam yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan berbasis teknologi,” komentar Dr Elok Sudibyo. [kus.wwn]


