Surabaya, Bhirawa – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengeksplorasi dan mengeksploitasi wilayah Blok Selat Madura, Jawa Timur, menggelar donor darah bersama Palang Merah Indonesia, di Kantor HCML Jakarta Lantai 24, Rabu (17/6) kemarin.
Acara bertajuk Blood Donation Drive: Together For Health and Community ini berlangsung sejak pukul delapan pagi dikuti 71 orang pendonor darah.
“Ini bagian dari upaya kami untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” terang Manager Jakarta Corporate Affairs & Performance HCML, Aries Apriansyah, saat dikonfirmasi Bhirawa Kamis (18/6).
Adapun para pendonor adalah karyawan HCML di semua level, dan sebelum melakukan donor darah, mereka dipastikan sudah dalam kondisi yang memenuhi syarat. “Mereka harus memastikan tubuh dalam kondisi sehat dan bugar,” kata Head of Health HCML, dr. Anugerah Johantyo.
Selain itu, mereka diimbau untuk menghindari makanan berlemak dan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, vitamin C dan zat besi, serta memperbanyak minum air putih. “Jangan pula mengonsumsi minuman beralkohol sehari sebelum donor,” ujarnya.
Selanjutnya, para pendonor memiliki jarak donor darah terakhir minimal 60 hari. Sebelum melakukan donor darah, mereka tidak boleh berolahraga atau melakukan aktivitas berat sehari sebelum mendonorkan darah dan tidak mengonsumsi obat flu, analgesik, aspirin dalam tiga hari terakhir dan antibiotik dalam sepekan terakhir.
“Kita tentu ingin dengan kesiapan ini, semua calon pendonor bisa memenuhi syarat yang ditentukan. Maka kami meminta calon pendonor beristirahat dan tidur minimal lima jam,” tegas Anugerah.
Selain memiliki tubuh yang sehat, karyawan HCML yang ingin mendonorkan darah mereka haruslah berusia antara 17-60 tahun dengan berat badan di atas 45 kilogram.
Tekanan darah dan denyut nadi mereka harus dalam batas normal dengan HB 12,5-17,0 gram per desiliter.
Mereka juga tidak boleh memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal, diabetes dengan terapi insulin, kanker, hermofilia, dan penyakit darah lainnya. “Bagi karyawan perempuan, mereka tidak boleh dalam keadaan hamil, menyusui, atau mentruasi,” jelasnya.
Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari mengatakan, kegiatan itu berjalan lancar, “Semua calon pendonor mengisi formulir, menimbang berat badan, dan memeriksa Hb, golongan darah, tensi darah, dan nadi,” tuturnya.
Menurut Tohari, mereka baru bisa mendonorkan darah setelah mendapat persetujuan dari dokter.
“Ke depan acara ini akan menjadi agenda rutin kami, karena pada dasarnya donor darah tak hanya membantu sesama, namun juga menyehatkan badan,” pungkas Tohari. [riq.kt]


