Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM memperkuat pemberdayaan UKM lewat Beranda Pop Up Market, agenda rutin yang diintensifkan sejak 2026 untuk menjadi ruang promosi, kolaborasi, dan pengenalan Galeri Batik & Cinderamata Jawa Timur.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menyatakan. Melalui Beranda Pop Up Market ini, ingin menghadirkan ruang yang hidup bagi UKM Jawa Timur.
“Tidak hanya untuk menjual produk, tetapi juga memperkenalkan Galeri Batik & Cinderamata Jawa Timur sebagai etalase produk unggulan daerah yang layak dikenal lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya, Minggu, (24/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku UKM dan membangun ekosistem ekonomi kreatif lewat kolaborasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berbagai komunitas kreatif, sosial, dan hobi.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo, menjelaskan program dijadwalkan dua minggu sekali untuk mendekatkan produk Galeri kepada masyarakat:
“Tujuan utamanya adalah mendekatkan produk-produk UKM binaan yang ada di Galeri Dinas Koperasi dan UKM Jatim kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat semakin mengenal bahwa produk UKM Jawa Timur memiliki kualitas yang baik, kreatif, dan mampu bersaing,” terang Bimo.
Sekitar 300 pelaku UKM tercatat di Galeri, dengan peserta bergilir setiap gelaran agar kesempatan merata. Saat ini pop up dilaksanakan di selasar Galeri Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo, didominasi pelaku dari Surabaya dan Sidoarjo.
Antusiasme publik tinggi—pengunjung Rina menilai acara lebih interaktif dan mengenalkan produk lokal, sedangkan pelaku UKM Dewi mengatakan kegiatan membantu memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Selain produk kami lebih dikenal masyarakat, penjualan juga meningkat saat acara berlangsung. Yang paling penting, kami bisa bertemu langsung dengan konsumen dan komunitas lain untuk saling belajar dan berkolaborasi,” ungkapnya.
Diskop UKM Jatim berencana memperluas lokasi pelaksanaan ke titik strategis di luar lingkungan instansi pemerintah agar jangkauan dan dampak program makin meluas di berbagai daerah Jawa Timur. [aya.kt]


