Pemkot Kediri, Bhirawa. – Perempuan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pembangunan daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, organisasi perempuan juga dituntut mampu menjadi ruang pemberdayaan sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi kaum perempuan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (8/7). Peringatan tahun ini mengangkat tema “Peran Strategis Organisasi Wanita dalam Mendukung Kota Kediri MAPAN”.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda mengapresiasi kontribusi GOW yang selama ini aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial di Kota Kediri.
“Selamat ulang tahun ke-37 kepada Gabungan Organisasi Wanita Kota Kediri. Saya berdoa semoga GOW Kota Kediri semakin solid, semakin maju dan semakin besar kontribusinya bagi pembangunan Kota Kediri,” ujarnya.
Menurut Vinanda, perempuan memiliki posisi strategis karena berperan sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi, aktif di bidang kesehatan, sosial, budaya, pemerintahan hingga menjadi pemimpin di berbagai sektor. Karena itu, pembangunan tidak dapat dipisahkan dari peran perempuan dalam membentuk generasi penerus.
“Bahkan saya meyakini, kualitas suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh perempuan dalam membangun keluarganya. Sebab dari tangan seorang perempuan lahir generasi penerus yang kelak akan menentukan masa depan daerah dan bangsa,” terangnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan saat ini. Selain harus mendampingi anak-anak yang tumbuh di era digital dengan berbagai pengaruh media sosial, perempuan juga masih menghadapi ancaman kekerasan berbasis gender, termasuk pelecehan seksual di ruang digital. Di sisi lain, tidak sedikit perempuan yang memikul beban ganda dengan menjalankan karier sekaligus bertanggung jawab mengurus keluarga.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kehadiran organisasi perempuan sebagai ruang belajar, ruang saling menguatkan, sekaligus ruang melahirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.
Saat ini GOW Kota Kediri menghimpun 28 organisasi wanita dengan jumlah anggota hampir 19 ribu orang. Potensi tersebut dinilai menjadi kekuatan sosial yang besar untuk mendukung pembangunan daerah apabila mampu bergerak bersama.
Vinanda menambahkan, komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebesar 94,78 serta Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebesar 0,125 yang menjadi salah satu terendah di Jawa Timur.
Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat ruang perbaikan karena angka IKG tersebut meningkat 0,005 dibandingkan tahun 2024. Masih ada perempuan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kesempatan, suara perempuan yang belum sepenuhnya terwakili, serta tantangan budaya maupun struktural yang perlu dijawab bersama.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi motivasi bersama untuk terus berkarya, memperkuat persatuan dan gotong royong, sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-37 GOW Kota Kediri juga diisi dengan berbagai penampilan dari organisasi wanita dan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur. [van.nov.kt]


