Surabaya, Bhirawa
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustadz Prof Dr Syafiq Mughni MA, memberikan respons tegas terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada stabilitas ekonomi dalam negeri, khususnya kenaikan harga BBM dan bahan pokok.
Hal ini disampaikan pada event Halal Bihalal Keluarga Besar Guru dan Karyawan sekolah di lingkungan Pengurus Cabang Muhammadiyah Ngagel yakni SMA Muhammadiyah 2 Pucang, SMP Muhammadiyah 5 Pucang, SD Muhammadiyah 4 Pucang dan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, Minggu (19/4) kemarin, di Hall Smamda Tower SMA Muhammadiyah 2 Pucang Surabaya.
Sebagai Keynote Speaker dalam acara Halal Bihalal ini, Ustadz Syafiq mengimbau masyarakat untuk menjaga keseimbangan dan orientasi di tengah ujian ekonomi ini. Ia menekankan pentingnya manajemen keuangan yang efisien dengan memprioritaskan kebutuhan pokok.
”Hal-hal yang penting dan prioritas itu yang harus dikedepankan, dan hal-hal yang tidak membawa dampak positif itu bisa ditinggalkan dalam situasi seperti sekarang,” ujar Syafiq di hadapan peserta yang hadir.
Selain mengimbau masyarakat, Syafiq juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah nyata dalam menstabilkan ekonomi demi menenangkan warga. Ia berharap tidak ada masyarakat yang menderita tanpa mendapatkan bantuan atau sentuhan dari pemerintah.
Kritik Keras Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Tidak hanya menjelaskan permasalahan ekonomi global di tengah perang di Timur Tengah antara Amerika- Israel dengan Iran, Syafiq juga menyoroti polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini menuai kritik tajam. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Badan Gizi Nasional justru disorot karena pengadaan sepeda listrik hingga penggunaan Event Organizer (EO) berbiaya mahal untuk acara seremonial.
Menurut Syafiq, jika program ini tidak memberikan manfaat nyata bagi perbaikan gizi masyarakat dan justru dipenuhi pemborosan, maka reformasi total atau pembubaran menjadi opsi yang realistis.
”Langkah yang bisa kita lakukan adalah mereformasi ini, mereorientasikan kembali MBG ini. Tapi kalau tidak bisa, ya memang sebaiknya dibubarkan. Buat apa kita pertahankan kalau itu berdampak buruk dan tidak bermakna bagi perbaikan krisis masyarakat kita,” tegasnya.
Ustadz Syafiq menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa sebuah program hanya layak dipertahankan jika terbukti bermanfaat. Sebaliknya, jika tidak membawa dampak positif bagi kemaslahatan, maka program tersebut sudah sepatutnya ditinggalkan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ustadz Edi Purnomo SAg MPsi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), hingga seluruh pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Ngagel.
”Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara Halalbihalal hari ini dapat terlaksana. Semoga kehadiran Bapak dan Ibu semua menjadi amal ibadah yang mendatangkan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Yang menarik, untuk menambah antusiasme jamaah yang hadir pada Halal Bihalal, panitia juga mempersiapkan sebanyak 60 paket doorprize menarik. Hadiah itu dikategorikan menjadi doorprize sangat utama, utama, hingga hadiah hiburan yang akan dibagikan di akhir acara sebagai bentuk apresiasi bagi para hadirin. [fen.hel]


