“ Puji Semangat Murid, Kadindik Ajak Generasi Muda Pahami Empat Pilar MPR RI “
Dindik Jatim, Bhirawa
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi kembali digelar Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Sekjen MPR RI). Kompetisi tahunan tingkat SMA/sederajat ini untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan para murid. Fokus utama meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Di Jawa Timur, kompetisi bergengsi ini diikuti 9 tim terbaik yang beranggotakan 10 murid. Para finalis tersebut merupakan hasil saringan ketat dari total 287 sekolah se-Jawa Timur yang telah melalui seleksi daring. Kesembilan sekolah yang bertanding adalah SMAN 1 Pandaan, SMAN 15 Surabaya, SMAN Jogoroto, SMAN 1 Rogojampi, MAN 2 Kota Malang, MAN 1 Jember, SMAN 1 Balongpanggang, SMAN 2 Mojokerto, dan SMAN 1 Pacitan.
Pada puncak final yang digelar, Sabtu (18/4), SMAN 1 Pandaan berhasil keluar sebagai Juara Pertama dan akan mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional di Jakarta. Kemenangan ini diraih setelah melalui persaingan sengit melawan MAN 1 Jember dan SMAN 15 Surabaya.
Hadir dalam untuk memberikan motivasi dan dukungan moral, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai memuji semangat para murid yang bertanding.
Ia menilai kompetisi ini sangat dibutuhkan para murid untuk meningkatkan dan menumbuhkan semangat patriot kebangsaan. Lebih lagi, di era disrupsi teknologi kebudayaan asing terus masuk di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Akibatnya, tak sedikit dari mereka , mulai meninggalkan kehidupan budaya lokal hingga menganggap nilai-nilai Pancasila perlu diganti.
“Lomba cerdas cermat tentang kebangsaan ini perlu terus dilakukan untuk menambah semangat patriot dan kebangsaan murid sebab mereka bagian dari generasi muda bangsa. Ancaman serius dari berbagai arah terus terjadi. Kalau tidak dibentengi dengan wawasan kebangsaan ini akan menjadi masalah serius,”ucap Aries.
Mantan Pj Wali Kota Batu ini juga menyebut semakin banyak murid yang berpartisipasi diajang kompetisi ini, juga akan semakin banyak dari mereka yang belajar dan memahami tentang empat pilar MPR RI. Misalnya saja tentang Pancasila, UUD NKRI 1945, NKRI hingga Bhinneka Tunggal Ika.
Aries menegaskan bahwa kedepan para generasi muda ini akan menjadi agent of change dengan perannya masing-masing. Karenanya, sudah menjadi tanggung jawab semua lini untuk membekali para murid dengan wawasan empat pilar MPR RI.
“Kami berkomitmen dalam mendukung penguatan karakter dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di Jawa Timur,”tegas Aries.
Kadindik lulusan IPDN ini juga mengaku bangga akan semangat para murid Jawa Timur yang berasal dari berbagai sekolah bertanding hingga di laga final. Menurutnya keberanian para kurid patut diacungi jempol.
“Mereka memiliki keberanian untuk berlomba dengan kemampuan dan potensi wawasan yang luar biasa di asah dan dikembangkan mulai dari seleksi ditingkat kab/kota sampai ketingkat nasional,”tutur Aries.
Kadindik berharap dengan adanya kompetisi ini, perwakilan Jawa Timur dapat memberikan hasil terbaik di tingkat nasional. Sekaligus kedepan menjadi Duta untuk mensosialisasikan betapa pentingnya Empat Pilar MPR RI bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dalam sambutannya menyebut LCC Empat Pilar MPR RI merupakan cara pemerimtah dalam menjaga ideologi negara.
“Kami sangat bangga melihat adik-adik di Jawa Timur tidak hanya cerdas secara hafalan, tetapi juga memahami dan siap mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta konstitusi. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia menuju tahun 2045,” ujarnya.
Untuk para peserta, Muzadi juga menitipkan lima pesan utama bagi generasi muda, yakni menjadi penjaga Pancasila, menghormati konstitusi, merawat persatuan, menjadi generasi digital yang berakhlak, serta berani bermimpi dan bekerja keras.
Sebagai informasi, LCC Empat Pilar MPR RI terbagi menjadi tiga sesi utama untuk menguji pemahaman murid mengenai Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Persaingan berlangsung sangat sengit sejak sesi pertama hingga sesi rebutan, di mana para peserta menunjukkan penguasaan materi.
Lomba yang berlangsung selama hampir tujuh jam ini berakhir dengan kemenangan SMAN 1 Pandaan yang mengumpulkan skor total 125, disusul MAN 1 Jember dengan skor 90 sebagai Juara II, dan SMAN 15 Surabaya dengan skor 55 sebagai Juara III. Dengan hasil ini, SMAN 1 Pandaan berhak menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp10.000.000 dan tiket menuju babak final nasional di Jakarta. [ina.kt]


