“ Bekali Masyarakat Jadi Penolong Pertama “
Surabaya, Bhirawa
Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Surabaya menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (18/4).
Kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-52 PPNI ini terselenggara melalui kolaborasi antara DPD PPNI Kota Surabaya, HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia) Jawa Timur, serta Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura)sebagai tuan rumah.
Pelatihan diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya 55 peserta dari Nasyiatul Aisyiyah, 49 dari Fatayat NU, 30 dari Takmir Masjid Al Akbar, 50 kader PKK Kota Surabaya, serta perwakilan dari Kelurahan Perak Barat.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PPNI Kota Surabaya, Dr. Nuh Huda, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB, menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penolong pertama dalam situasi kegawatdaruratan.
“Penyelamat pertama bukanlah tenaga kesehatan di rumah sakit, melainkan masyarakat yang berada di lokasi kejadian. Dalam kondisi henti jantung, setiap detik sangat berharga, dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa,”ujarnya, Sabtu (18/4).
Nuh Huda juga mengingatkan keterlambatan penanganan pada menit-menit awal seringkali menjadi penyebab utama meningkatnya angka kematian di luar fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Ketua HIPGABI Jatim Dr Sriyono, S. Kep., Ns., M.Kep. Ns.Sp.Kep.MB menyoroti pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan pra-rumah sakit.
“Pertolongan yang cepat dan tepat pada menit pertama dapat meningkatkan keberhasilan penyelamatan hingga 98 persen. Inilah mengapa pelatihan BHD untuk masyarakat awam menjadi sangat krusial dalam membangun sistem penanganan darurat yang kuat di tingkat komunitas,”jabarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMSura, Dr. Dede Nasrullah, S.Kep., Ns., M.Kep menyampaikan komitmennya dalam mendukung kolaborasi lintas sektor untuk kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami siap menjadi mitra kolaboratif dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan,”ucap Dede.
Pelatihan BHD ini dirancang secara komprehensif, dimulai dari pre-test, pemberian materi, hingga praktik langsung yang meliputi teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan tersedak (Heimlich maneuver), penanganan luka bakar, fraktur, serta komunikasi darurat melalui layanan 112. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memastikan efektivitas pembelajaran praktik.
Salah satu peserta pelatihan, Siti (45), kader PKK, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sebab sebelumnya, Siti mengaku takut jika melihat orang pingsan atau kecelakaan. Dengan beka ilmu dasar yang ia Terima dari pelatihan ini, Siti jadi lebih berani karena sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami sebagai masyarakat awam,”katanya.
Melalui kegiatan ini, DPD PPNI Kota Surabaya berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan serta mendukung terwujudnya konsep safe community, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menjadi penolong pertama yang sigap dan terampil. [ina.kt]


