31.1 C
Sidoarjo
Friday, July 10, 2026
spot_img

Arumi Bachsin Dorong Gerakan Minum MMS Serentak untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak

Pameran UMKM PKK, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Tablet MMS Serentak bagi ibu hamil dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7).

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Arumi Bachsin Emil Dardak, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, mendorong Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak bagi ibu hamil sebagai pemantik penguatan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Menurutnya, gerakan ini harus memastikan setiap ibu hamil, termasuk yang di daerah terpencil, memperoleh asupan gizi dan mikronutrien yang memadai demi melahirkan generasi sehat dan berkualitas.

Pernyataan itu disampaikan Arumi usai menghadiri pembukaan Pameran UMKM PKK, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Tablet MMS Serentak bagi ibu hamil dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7). Kegiatan ini bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dengan tema Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.

Rangkaian acara menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan mitra untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga lewat pemberdayaan UMKM. Selain pameran produk unggulan UMKM binaan TP PKK, masyarakat mendapat layanan kesehatan gratis seperti vaksinasi HPV, donor darah dan pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan telinga, kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan umum, hingga layanan laboratorium sederhana.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Setujui PPDI harus Ngayomi dan Migunani untuk Melayani Masyarakat

Sebagai upaya percepatan penurunan stunting sejak masa kehamilan, acara juga mencanangkan Rekor MURI Gerakan Minum Tablet MMS Serentak yang diikuti sekitar 54.000 ibu hamil dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran pentingnya pemenuhan mikronutrien selama kehamilan sebagai fondasi kelahiran generasi berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Arumi bersama Ketua TP PKK provinsi se-Indonesia menerima arahan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian tentang pentingnya memperkuat sinergi antara TP PKK dan pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional. Penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM juga menjadi fokus yang didorong untuk terus dikembangkan.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan, Arumi memberi apresiasi atas penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis dan Gerakan Minum Tablet MMS Serentak. Menurutnya, tujuan kegiatan bukan sekadar memecahkan Rekor MURI, tetapi membangun gerakan nyata untuk memastikan seluruh ibu hamil mendapat pendampingan kesehatan dan pemenuhan gizi optimal.

“Harapannya angka kematian ibu dan bayi terus menurun. Dengan adanya pencatatan Rekor MURI ini berarti seluruh TP PKK di berbagai jenjang terdorong untuk mencari dan menjangkau ibu hamil yang benar-benar tepat sasaran. Mudah-mudahan ini menjadi pemantik agar ibu hamil hingga pelosok daerah mendapatkan gizi dan vitamin yang dibutuhkan,” ujar Arumi.

Arumi juga menilai HKG PKK Nasional menjadi ruang berbagi pengalaman antar Ketua TP PKK se-Indonesia untuk menghadapi tantangan daerah masing-masing. Pertemuan itu memungkinkan pertukaran praktik baik dan solusi terkait kesehatan, kondisi sosial budaya, hingga strategi pemberdayaan masyarakat.

Berita Terkait :  Orientasi 2.441 CPNS Kementerian PU 2024: Siapkan Talenta Infrastruktur Indonesia Emas 2045

“Dengan berkumpulnya Ketua TP PKK seluruh Indonesia di Sulawesi Selatan, wawasan kami semakin terbuka. Mulai dari makanan, kultur, budaya, hingga tantangan yang dihadapi masing-masing daerah. Kami bisa saling berbagi pengalaman dan solusi yang nantinya dapat diterapkan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing,” tuturnya.

Di Jawa Timur, Arumi menjelaskan pendampingan terhadap ibu hamil telah dilakukan terus-menerus lewat kader PKK dan kader Posyandu, terutama untuk ibu hamil berisiko tinggi. Pendampingan mencakup pemantauan kondisi kesehatan, pemenuhan gizi dan vitamin, serta pendampingan pemeriksaan kehamilan rutin bagi ibu dengan faktor risiko seperti preeklamsia, hipertensi, diabetes, maupun kehamilan pada usia terlalu muda atau terlalu tua.

“Alhamdulillah, melalui pendampingan ibu hamil di Jawa Timur, keselamatan ibu saat melahirkan maupun bayi yang dilahirkan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Jawa Timur.” pungkasnya. [ara.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!