Jombang, Bhirawa – Warga Kabupaten Jombang yang belum ditemukan usai KM Virgo Transport 8 tenggelam beberapa waktu yang lalu, bertambah. Setelah sebelumnya, Gondham Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, hingga Rabu (16/9/2026) masih belum ditemukan, Surono (37) yang juga warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang hingga Selasa (22/9/2026) juga masih belum ditemukan.
Keluarga Surono masih menanti kepastian keberadaan pria yang bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayuran tersebut.
Surono menjadi salah satu orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan laut di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) yang lalu.
Bagi keluarga, ada satu benda sederhana yang kini justru terasa begitu berarti. Yakni sebuah selimut milik ibu Surono yang telah meninggal dunia.
Selimut tersebut ikut dibawa Surono saat berpamitan berangkat bekerja menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Jumat malam (18/9/2026).
Menurut keluarga, Surono selama bertahun-tahun bekerja sebagai kernet hampir tidak pernah membawa selimut dalam perjalanan.
“Biasanya enggak pernah bawa ‘kemul’ (selimut). Itu ‘kemul’ kesayangan ibu yang sudah almarhum. Tapi waktu itu dibawa terus. Sebelum berangkat juga dicari-cari,” tutur adik ipar Surono, Ari Supriyati, di rumahnya di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Selasa (22/9/2026).
Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Surono berpamitan kepada keluarga untuk kembali bekerja. Surono dijadwalkan melakukan perjalanan ke Banjarmasin dengan membawa muatan sayuran.
Ari Supriyati menyampaikan, keberangkatan tersebut berlangsung seperti biasanya. Surono hanya menyiapkan pakaian dan sejumlah barang yang diperlukan selama perjalanan. Tidak ada pula tanda-tanda khusus yang dirasakan keluarga sebelum Surono meninggalkan rumah.
“Jumat malam jam Sebelas, pamit kalau mau berangkat ke Banjarmasin. Biasanya memang kerjanya pulang pergi terus Banjarmasin, kirim sayur,” ujar Ari.
Perjalanan tersebut berubah menjadi kabar duka setelah keluarga mengetahui kapal yang ditumpangi Surono mengalami kecelakaan.
Keluarga pun berusaha mencari informasi mengenai keberadaan Surono. Keluarga juga mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk memastikan data dan informasi mengenai para penumpang kapal.
Ari mengungkapkan, nama Surono memang tercatat dalam data yang mereka peroleh. Meski begitu, keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya.
“Sudah hampir sembilan hari ini belum ada kabar sama sekali, kita sudah ke Tanjung Perak cari informasi di sana, datanya ada. Tapi untuk informasi korban-korban itu belum,” ungkapnya.
Keluarga juga mendapatkan informasi mengenai detik-detik sebelum kapal mengalami kondisi kritis dari Yahya, sopir truk yang bepergian bersama Surono. Yahya diketahui selamat dalam insiden itu.
Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, Surono berada dalam satu kendaraan dengan Yahya. Saat kondisi kapal mulai memburuk, Surono disebut sedang berada di ruang tidur.
Menurut keterangan yang diterima oleh keluarga, Surono kemudian dibangunkan ketika kapal mulai miring.
Saat itu, air sudah masuk ke bagian kapal dan kondisi menjadi gelap setelah lampu padam. Situasi itu kemudian memicu kepanikan di antara penumpang yang berusaha menyelamatkan diri.
Keterangan tersebut membuat keluarga terus memikirkan kondisi Surono ketika kapal mulai tenggelam.
Ari Supriyati mengatakan, pihak keluarga masih bertanya-tanya apakah Surono sudah benar-benar sadar dan memahami situasi ketika dibangunkan.
“Kalau sopirnya bilang sudah bangun. Tapi kalau orang masih bangun tidur kan mungkin belum terlalu 100 persen fokus,” tuturnya.
Hingga kini, pertanyaan tersebut belum mendapatkan jawaban.
Ari mengatakan, pihak keluarga masih berharap Surono dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Meski begitu, keluarga juga siap menerima kemungkinan terburuk dan berharap keberadaan Surono segera diketahui agar dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak.
“Kita tetap berharap yang terbaik, mungkin menunggu keajaiban. Kalau memang masih diberi umur panjang, ya segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucap dia.
“Tapi kalau memang sudah takdirnya berkata lain, apa pun kondisinya tetap ditemukan. Supaya kita bisa merawat jenazahnya dengan baik,” tutur Ari. [rif.kt]

