Tulungagung, Bhirawa. – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Tulungagung mengusulkan pengadaan mesin pemindai barang (X-Ray). Usulan ini dilontarkan setelah mereka kembali menggagalkan upaya penyelundukan narkoba berupa psikotropika golongan IV jenis Alprazolam.
”Usulan pengadaan X-Ray ini untuk memperkuat keamanan dan mencegah masuknya barang terlarang ke lapas,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Satriyo Widagdo, Kamis (29/10).
Selain itu, lanjut Satriyo, Lapas Tulungagung akan menambah alat CCTV. Termasuk penguatan petugas di bagian pemeriksaan barang dan badan serta para pengawas.
”CCTV yang saat ini sudah berjumlah 36 perlu ditambah lagi. Nanti akan kami petakan lagi untuk penambahannya,” paparnya.
Diakui Satriyo, pada Selasa (27/10) siang lalu, petugas Lapas Kelas IIB Tulungagung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan psikotropika golongan IV jenis Alprazolam. Barang haram tersebut sudah diterima oleh warga binaan berinisial BP, setelah ia dijenguk oleh istrinya.
”Barang itu disembunyikan di botol minuman saat kami periksa. Jumlahnya sebanyak 159 butir,” paparnya lagi.
Saat ini BP sedang menjalani pemeriksaan oleh polisi. Termasuk istrinya, yang saat itu setelah memberikan Alprazolam pada suaminya masih berada di lingkungan Lapas Kelas IIB Tulungagung.
Kasus penggagalan penyelundupan narkoba ini merupakan yang kedua kali terjadi di Lapas Tulungagung pada than ini. Sebelumnya juga terjadi. Namun barang yang diselundupkan berupa sabu.
Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, mengapresiasi kesigapan petugas yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga potensi masuknya barang terlarang dapat dicegah.
”Kewaspadaan dan ketelitian petugas merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” katanya.
Ia menyebut pemeriksaan yang dilaksanakan secara konsisten menjadi salah satu langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai modus penyelundupan barang terlarang. Setiap petugas harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan pengamanan.
”Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengamanan melalui peningkatan deteksi dini, pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan, pengawasan kegiatan kunjungan, serta evaluasi berkala terhadap titik-titik pemeriksaan yang berpotensi menjadi celah masuknya barang terlarang,” tandasnya. [wed.fen]




