28.4 C
Sidoarjo
Thursday, October 29, 2026
spot_img

Cegah Peredaran Narkoba, Pemkot Mojokerto Libatkan Masyarakat Lewat Kelurahan Bersinar

Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat kelurahan. Salah satunya melalui sosialisasi Kelurahan BERSINAR (Bersih Narkoba) yang diikuti puluhan warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (29/10).

Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengenali jenis narkoba, memahami tanda-tanda penyalahgunaan, serta mengetahui langkah pelaporan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan, pencegahan dan pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat paling bawah.

”Pemberantasan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Ning Ita menjelaskan, masyarakat yang telah mendapatkan edukasi diharapkan lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Apabila menemukan tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, warga diminta segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

”Kalau masyarakat sudah mendapatkan ilmunya, kemudian menemukan tanda-tanda penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar, tolong dilaporkan. Cukup memberikan informasi melalui WhatsApp, nanti BNN yang akan turun tangan,” terang Ning Ita.

Berita Terkait :  Belanja Pegawai Pemkot Batu Naik Rp3,2 Miliar, Konsekuensi Penerimaan CPNS dan PPPK Penuh Waktu

Sementara itu, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Damar Bastiar Amarapit menyampaikan bahwa keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.

Menurut AKBP Damar, keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan bagi BNN dalam menjalankan tugas pencegahan dan pemberantasan narkoba. Karena itu, sinergi dengan pemerintah kelurahan dan kelompok masyarakat sangat diperlukan agar upaya edukasi serta pengawasan lingkungan dapat berjalan lebih luas.

”BNN tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterbatasan personel yang kami miliki, dukungan Pemerintah Kota Mojokerto dan masyarakat, mulai dari tingkat kelurahan hingga kelompok masyarakat, sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba,” katanya.

Damar juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendorong seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Bersih Narkoba (BERSINAR). Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas edukasi dan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Melalui sosialisasi ini, warga diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu mengenali indikasi penyalahgunaan serta berani melaporkan informasi kepada pihak berwenang.

Keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kota Mojokerto. [oky.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!