29.2 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Gus Iwan DPRD Jatim: Santri Tak Cukup Kuasai Ilmu Agama, Iptek dan Literasi Jadi Kunci Indonesia Emas

DPRD Jatim, Bhirawa – Santri dituntut tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam penguasaan teknologi, literasi, dan kemampuan berkolaborasi. Penguatan kompetensi tersebut menjadi kunci agar pesantren mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Pesan itu disampaikan anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Gresik-Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih atau yang akrab disapa Gus Iwan, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Menurutnya, tema Hari Santri tahun ini, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, bukan sekadar slogan seremonial. Tema tersebut mencerminkan pengakuan atas kontribusi panjang pesantren dalam perjalanan bangsa sekaligus harapan besar terhadap peran kiai dan santri dalam menentukan masa depan Indonesia.

Pesantren, kata Gus Iwan, memiliki rekam jejak kuat dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Kini, tantangannya adalah meneruskan kontribusi tersebut melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.

“Tema ini bukan sekadar jargon, tetapi ada pengakuan, harapan, sekaligus keyakinan bahwa pesantren bersama kiai dan santrinya merupakan elemen bangsa yang telah berkiprah besar dalam memperjuangkan kemerdekaan. Kiprah itu juga selalu ditunggu untuk masa depan Indonesia,” ujarnya, Kamis (22/10).

Gus Iwan optimistis pesantren dan santri mampu menjawab harapan tersebut. Terlebih, lulusan pesantren kini semakin berpeluang mengisi posisi strategis dan berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk ekonomi dan sosial.

Berita Terkait :  Tingkat Setengah Pengangguran di Jawa Timur Turun Menjadi 6,67 Persen

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi besar tersebut tidak boleh membuat pesantren berpuas diri. Pembenahan berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi agenda utama agar santri mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.

“Tema ini harus menjadi spirit besar bagi pesantren dan santri untuk selalu berbenah dan meningkatkan kualitas diri. Santri harus menjadi SDM unggul yang mampu menggerakkan bangsa menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yang dalam konteks kebangsaan dapat kita maknai sebagai cita-cita Indonesia Emas,” tegas politisi NasDem ini.

Ia menekankan, ada sejumlah bekal penting yang harus diperkuat santri untuk menghadapi tantangan masa depan. Selain kedalaman ilmu agama, santri perlu membangun karakter akhlak yang kuat, meningkatkan etos kerja, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), memperluas wawasan melalui literasi, serta mengembangkan kemampuan berkolaborasi.

Menurut Gus Iwan, penguasaan berbagai kompetensi tersebut harus berjalan beriringan dengan keteguhan memegang ajaran agama dan keyakinan kepada Allah SWT. Dengan fondasi itu, kemajuan intelektual dan profesionalisme santri diharapkan tetap berpijak pada nilai moral dan tanggung jawab sosial.

Ia berharap Hari Santri Nasional tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan pesantren dan meningkatkan kualitas santri.

Dengan perpaduan ilmu agama, penguasaan teknologi, literasi, akhlak, dan semangat kolaborasi, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan dan kekuatan penting dalam pembangunan menuju Indonesia Emas. (geh.kt)

Berita Terkait :  Usung Program Inovasi BETA MAP, SDN 1 Mimbaan Optimis Raih IGA Award Bapperida 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!