33.6 C
Sidoarjo
Monday, October 12, 2026
spot_img

Respons Cepat BPBD–Damkarmat Kota Batu, Antisipasi Bahaya di Jalan Raya

Kota Batu, Bhirawa — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait tumpahan semen beton basah di Desa Pandanrejo, Kota Batu, pada Senin (12/10/2026). Petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan pembersihan material tersebut guna mengantisipasi potensi bahaya bagi pengguna jalan.

Tumpahan material semen beton tercecer di sepanjang jalur Jurang Susuh hingga Kali Lanang. Tingginya volume kendaraan yang melintasi kawasan ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Proses pembersihan pun dibantu oleh Perangkat Desa Pandanrejo serta Relawan BPBD Kota Batu agar dapat diselesaikan dengan cepat.

“Material semen beton yang tertumpah di badan jalan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengendara apabila tidak segera ditangani,” ujar Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko.

Berkat sinergi dan koordinasi antar-pihak, material yang tercecer berhasil disingkirkan dan kondisi jalan di jalur Jurang Susuh–Kali Lanang kembali bersih dan aman untuk dilalui.

“Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat serta komitmen bersama dalam menjaga kondisi lingkungan dan fasilitas umum di wilayah Kota Batu,” jelas Suwoko.

BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati saat berkendara, terutama melintasi jalur yang terdampak tumpahan material berbahaya. Masyarakat diharapkan tak ragu segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang dapat membahayakan keselamatan di jalan.

Berita Terkait :  DWP Kota Mojokerto Gelar Cerdas Digital

Selain penanganan tumpahan material, kewaspadaan masyarakat juga terus dimohon dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih kerap terjadi di wilayah Kota Batu. Pelaporan yang cepat akan memungkinkan penanganan lebih dini dan mencegah kebakaran yang lebih besar.

Tim Gabungan Pengendalian Karhutla (TGPK) Kota Batu juga terus memantau titik-titik yang baru saja padam. Potensi munculnya kembali api masih cukup tinggi karena banyaknya ranting dan daun kering di sekitar lokasi. Kebakaran kerap bermula dari aktivitas pembakaran serasah atau sampah yang kemudian ditinggalkan begitu saja.

Saat ini terdapat beberapa lokasi yang masih berpotensi terjadi karhutla, antara lain: kebakaran rumpun bambu di Desa Gunungsari, Desa Mojorejo, dan Desa Sumberejo, serta kawasan hutan pinus Petak 228 A RPH Oro-Oro Ombo, Desa Pesanggrahan. Selain itu, terdapat pula kasus pembakaran sampah yang nyaris membakar kawasan permukiman di Desa Sidomulyo. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!