Sidoarjo, Bhirawa. – Tim Verifikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Paripurna tingkat nasional, Johanes Eko Kristiyadi dari Kementerian Kesehatan, Kamis (1/10) kemarin di Sidoarjo mengatakan, kondisi sanitasi di Kabupaten Sidoarjo secara umum sudah baik. Harapannya bisa terus diterapkan oleh masyarakat Sidoarjo.
Lima titik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), kemarin, diverifikasi oleh tim verifikator. Lokus pertama berada di Puskesmas Gedangan. Fasilitas pelayanan kesehatan itu menjadi contoh penerapan Gender Equality, Disability, dan Social Inclusion (GEDSI).
Verifikasi dilanjutkan ke TPS3R Pelangi, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan. Dilokasi itu, praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat dilakukan melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian Pemkab Sidoarjo. Saat ini terdapat sekitar 346 desa/kelurahan dengan sekitar 210 di antaranya telah memiliki TPS3R.
Selanjutnya, Tim Verifikator menuju PAMSIMAS Tirta Bening, Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu. Lokus itu menjadi gambaran penyediaan akses air minum melalui program penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). PAMSIMAS Tirta Bening memiliki 300 sambungan rumah (SR), sehingga menjadi salah satu contoh penerapan akses air minum terbaik yg berbasismasyarakat.
Lokus berikutnya berada di Kampung STBM dan 20 rumah yang menerapkan TGG Sanitasi di Desa Bluru Kidul RT 14 RW 11, Kecamatan Sidoarjo. Di lokasi tersebut, ada penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal, kerja sama dengan BPR Delta Artha Sidoarjo.
Kampung ini juga telah menerapkan pengolahan sampah, pengelolaan air limbah rumah tangga, dan memiliki sejumlah praktik sanitasi lainnya yang dilakukan secara baik dan konsisten oleh masyarakat. Bahkan, kampung ini menjadi juara RT Sehat di tahun 2024 lalu.
Verifikasi berikutnya dilakukan di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) UPTD PALD di Desa Kupang, Kecamatan Jabon.
Tim melihat proses pengelolaan lumpur tinja sebagai bagian penting dari sistem sanitasi yang aman dan berkelanjutan. Tim verifikator juga melihat TPA sampah Griyo Mulyo, Jabon yang berada di sebelahnya.
Lokus terakhir berada di Stasiun kereta Api Sidoarjo. Fasilitas umum tersebut menjadi contoh penerapan GEDSI di ruang publik. Khususnya dalam menyediakan akses fasilitas yang dapat digunakan masyarakat secara inklusif.
”Kondisi sanitasi di Sidoarjo secara umum sudah baik. Kami berharap agar bisa terus diterapkan oleh masyarakat,” kata Johannes, disela -sela melakukan verifikasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, masukan dari tim verifikator akan menjadi bahan tindak lanjut oleh Pemkab Sidoarjo.
Dr Lakhsmie menjelaskan, Dinas Kesehatan Sidoarjo, memastikan penerapan STBM 5 Pilar ini tidak berhenti pada pemenuhan sarana dan kegiatan, tetapi benar-benar sampai pada tingkat masyarakat dan rumah tangga. [kus.fen]


