Surabaya, Bhirawa – Perjalanan politik Muhammad Sarmuji mencapai babak baru. Arek Suroboyo yang selama ini dikenal sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu kini resmi masuk Kabinet Merah Putih setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian.
Sarmuji dilantik bersama sejumlah menteri, wakil menteri dan pejabat negara lainnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Ia dipercaya menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026.
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keppres dan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung Presiden Prabowo.
Usai dilantik, Sarmuji langsung menyampaikan gambaran tugas besar yang menantinya.
Menurut dia, sektor industri harus mampu menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Sektor industri harus jadi leverage atau jadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja,” kata Sarmuji seusai pelantikan.
Dari Surabaya, Menembus Panggung Nasional
Sarmuji bukan nama baru dalam politik nasional. Pria kelahiran Surabaya, 10 Juni 1974, ini memiliki perjalanan panjang sebagai aktivis mahasiswa, organisatoris, kader Golkar hingga anggota DPR RI.
Data profil MPR mencatat Sarmuji lahir dan besar sebagai putra Surabaya. Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Jember dan aktif dalam berbagai organisasi sejak masih menjadi mahasiswa.
Karier organisasinya dimulai dari Koperasi Mahasiswa Universitas Jember. Pada 1996-1998, Sarmuji dipercaya menjadi Ketua Koperasi Mahasiswa. Kiprahnya berlanjut di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember, hingga kemudian menduduki posisi di Pengurus Besar HMI.
Dari dunia aktivisme, langkah Sarmuji berlanjut ke organisasi kepemudaan Partai Golkar. Ia tercatat pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Ketua KNPI, serta Sekretaris Jenderal PP AMPG.
Karier politiknya kemudian semakin menanjak. Sarmuji dipercaya menjadi kader dan pengurus Partai Golkar di berbagai tingkatan, termasuk sebagai Ketua DPP Partai Golkar Provinsi Jawa Timur pada 2020-2024.
Puncaknya, pada 2024 ia dipercaya menduduki posisi Sekjen DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Jabatan tersebut membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam struktur partai berlambang pohon beringin itu.
Tiga Periode di DPR RI
Sebelum masuk kabinet, Sarmuji juga memiliki pengalaman panjang sebagai legislator.
Ia pertama kali menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.
Dalam periode tersebut, ia sempat bertugas di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, BUMN dan koperasi.
Sarmuji kemudian berpindah ke Komisi IX yang membidangi ketenagakerjaan, kependudukan dan kesehatan pada 2015. Setahun berikutnya, ia dipercaya bertugas di Komisi XI sekaligus Badan Anggaran DPR RI.
Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2019-2024 dan kemudian kembali terpilih untuk periode 2024-2029.
Namun, perjalanan di parlemen itu kini harus ditinggalkan sementara setelah Presiden Prabowo memberikan kepercayaan baru kepadanya sebagai Menteri Perindustrian.
Dapat Kabar Jadi Menteri di Hari Pelantikan
Menariknya, kepastian Sarmuji masuk kabinet baru diterimanya pada hari pelantikan. Saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan sebelum pelantikan, Sarmuji mengaku telah dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Saya ditelepon Pak Seskab. Ada kemungkinan, pokoknya urusan industri lah kira-kira begitu,” kata Sarmuji saat itu.
Beberapa jam kemudian, teka-teki tersebut terjawab. Prabowo resmi melantiknya sebagai Menteri Perindustrian.
Kini, mantan aktivis mahasiswa asal Surabaya itu menghadapi tugas baru di pemerintahan. Sarmuji menyatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi dan membenahi berbagai persoalan sektor industri secara bertahap.
Dengan pengalaman panjang di parlemen, organisasi kepemudaan dan politik, Sarmuji kini harus menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam kebijakan industri nasional—terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan kerja. (geh.kt)


