Sekretaris BPBD Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda dalam Kongres IV Sekber Relawan Penanggulangan Bencana di Gedung Widya Kartika, Surabaya, Sabtu dan Minggu, 12-13 September 2026. helmy supriyatno/bhirawa.
Surabaya, Bhirawa. – Menjadi rumah bersama para relawan Jawa Timur, tekad inilah yang diusung oleh Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur dalam Kongres IV yang diadakan di Gedung Widya Kartika, Surabaya, Sabtu dan Minggu, 12-13 September 2026.
Soal ini juga diungkapkan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Andhika Nurrahmad Sudigda. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tidak bisa sendiri dalam penanggulangan bencana.
“Kongres bukan hanya aganda yang harus diadakan tapi menjadi ruang untuk komunikasi dan regenerasi. Selain itu, SRPB Jawa Timur menjadi mitra strategis untuk membangun jejaring dan menyatukan langkah menghadapi bencana. Kita butuh relawan yang semakin profesional dan tata kelola yang baik. Oleh karena itu, relawan harus hadir dalam setiap saat dan kondisi,” ungkap Andhika yang membuka Kongres IV SRPB Jawa Timur.

Menurut Andhika, BPBD Jawa Timur siap terus bekerja sama dengan SRPB Jawa Timur. “Saya harap pengurus baru periode 2026 2029 bisa membawa semangat baru dan memperluas jejaring, koordinasi, dan bisa memberikan kontribusi terbaik,” tambahnya.
Kongres IV SRPB Jawa Timur kali ini mengangkat tema Penguatan Organisasi Relawan Penanggulangan Bencana yang Adaptif, Profesional, dan Berkelanjutan.
Ketua Pelaksana Dwi Rossantiana
berterima kasih atas semua pihak sehingga kongres berjalan dengan baik. “Sebanyak 80 peserta dan 15 peninjau hadir dari 105 organisasi relawan yang diundang,” kata Ocha, panggilan Dwi Rossantiana.
Sementara itu, Program Manager Siap Siaga Mambaus Suud mengatakan, pihaknya mendukung event ini karena
sedang bersemangat untuk membangun kolaborasi. Salah satunya dengan SRPB Jatim. “Diharapkan level ketangguhan dan kesiapsiagaan bertambah lagi dengan adanya kongres ini,” ucapnya.
Kongres kali ini kian hangat dengan kehadiran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pertama Syamsul Maarif. Ia memberikan wejangan kepada para peserta kongres. Ia juga mengapresiasi panitia dalam mempersiapkan kegiatan ini.

“Relawan itu akar dari sebuah pohon kebencanaan. Mereka itu yang ada di lapangan. Saya selalu apresiasi keberadaan relawan,” ungkap Dewan Kehormatan SRPB Jawa Timur ini.
Dalam acara ini hadir dari perwakilan Diskominfo Jawa Timur, Kepala RRI Surabaya Unggul Supriyadi,
Katim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya, perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Timur drg Dilla Dewi P, perwakilan BPBD Surabaya, dan Direktur LKD Erick.
Kegiatan ini didukung BPBD Jatim, Siap Siaga, Wismilak, Makmur Berkah Abadi, Nurul Hayat, Rumah Zakat, Rojas, MDMC Jatim, Sparta Corner, Yayasan Ikhlas Abadi Indonesia, LMI, MBC, Riksa Safety Accessina, RRI Surabaya, Aqua, Kominfo Jatim, Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo, Leopard, YABI, Regu Penolong Malang Raya, I-DERU, dan Surya Bhirawa Search and Rescue. [hel.ara].


