29 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

Batik Lokal Probolinggo jadi Sarana Belajar Mahasiswa Jepang dan Malaysia


Kabupaten Probolinggo, Bhirawa – Batik lokal di Kabupaten Probolinggo menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa asal Jepang dan Malaysia. Sebanyak 26 mahasiswa dari Jepang, Malaysia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengikuti praktik membatik di Batik Tulis Ronggo Mukti, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Sabtu (5/9).

Rombongan tersebut terdiri dari 19 mahasiswa Jepang, tiga mahasiswa Malaysia dan empat mahasiswa ITS. Mereka didampingi dua dosen asal Jepang dalam kunjungan yang memadukan wisata dengan pembelajaran budaya.

Para mahasiswa tidak hanya mendapat penjelasan mengenai batik tradisional, tetapi juga mencoba langsung proses membatik. Mereka mempelajari teknik dasar sebelum menuangkan motif dan kreativitas pada media kaos.

Salah satu mahasiswa asal Jepang, Minami, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan wisata sekaligus edukasi mengenai batik dan budaya Indonesia. “Kunjungan ke Ronggo Mukti ini kita lakukan untuk wisata dan edukasi mengenai batik dan budaya,” ujarnya.

Praktik secara langsung memberikan pengalaman berbeda bagi para mahasiswa. Mereka dapat melihat proses pembuatan batik sekaligus berinteraksi dengan perajin lokal untuk memahami tahapan dan ketelitian yang dibutuhkan dalam menghasilkan karya batik.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan budaya antara mahasiswa internasional dengan pelaku batik di Kabupaten Probolinggo. Bagi mahasiswa, batik dikenalkan tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai bagian dari budaya yang memiliki proses dan nilai yang panjang.

Berita Terkait :  Kasek SD dan TK Negeri se Kota Mojokerto Ikuti Bimtek I-DIS Versi 3.0

Dua dosen asal Jepang yang mendampingi rombongan turut mengapresiasi upaya perajin lokal dalam mempertahankan batik tradisional. Mereka menilai keberlangsungan batik membutuhkan kegigihan untuk menjaga sekaligus mengembangkan tradisi tersebut di tengah perkembangan zaman.

Owner Batik Tulis Ronggo Mukti, Mahrus Ali, mengatakan kunjungan mahasiswa dari sejumlah negara menunjukkan bahwa batik lokal dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Harapannya dengan adanya kunjungan mahasiswa dari luar negeri ini Batik Tulis Ronggo Mukti semakin mendunia sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” katanya.

Menurut Mahrus, interaksi dengan mahasiswa internasional juga membuka peluang bagi pelaku batik lokal untuk memperkenalkan produk dan proses pembuatannya kepada masyarakat dari berbagai negara.

Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan potensi pengembangan batik sebagai bagian dari wisata edukasi berbasis budaya. Pengalaman membuat batik secara langsung dapat menjadi cara untuk memperkenalkan tradisi lokal kepada pengunjung sekaligus mempertemukan perajin dengan masyarakat dari luar daerah maupun luar negeri. [fir.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!