Pemkot Batu, Bhirawa. – Saat ini pelayanan kesehatan di Kota Batu terus mengalami perkembangan ke arah lebih baik dan menyentuh semua lapisan masyarakat. Salah satunya adanya layanan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya Global Grant (GG) yang langsung mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Batu, Nurochman. “Saya menyambut baik peluncuran Global Grant. Saya berharap program ini semakin memperluas manfaat layanan sekaligus memperkuat keberlanjutan ISHK Tolaram Eye Centre,” ujar Nurochman, Selasa (8/9).
Diketahui, Global Grant merupakan hasil kolaborasi ISHK Tolaram Eye Centre bersama Rotary Foundation. Adapun ISHK Tolaram Eye Centre telah berdiri di Kota Batu sejak setahun yang lalu. Dalam usia yang masih muda ISHK telah menunjukkan keberadaan fasilitas kesehatan yang dimiliki semakin berarti dan mampu menghadirkan akses dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Nurochman, dukungan dari swasta berupa program layanan kesehatan menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak terutama untuk memperkuat pelayanan kesehatan mata. Ia juga mengapresiasi diraihnya akreditasi paripurna oleh ISHK Tolaram Eye Centre sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien. “Kolaborasi seperti inilah yang ingin terus kita tumbuhkan di Kota Batu. Bukan sekadar menghadirkan fasilitas, tetapi memastikan bahwa fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Nurochman.
Dan melalui program Global Grant GG2578235, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan mata melalui bantuan peralatan medis serta pembiayaan kegiatan sosial. Dalam hal ini masyarakat bisa mendapatkan layanan operasi katarak gratis. Hal ini tentu saja diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, Wawali Heli Suyanto menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk menjadikan Kota Wisata ini sebagai kota sehat dan ramah lansia. Dan salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu pemkot mewajibkan setiap Kader Kesehatan agar menguasai keterampilan Basic Life Support (BLS). Selain itu pemkot juga akan melakukan penguatan fasilitas kesehatan yang memadai. “Untuk peningkatan layanan kesehatan ini akan dilakukan secara bertahap, termasuk penguatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas pembantu yang kini dilengkapi tenaga medis lebih lengkap,” ujar Heli.
Menurutnya, kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak layanan kesehatan di tingkat komunitas. Selain itu keberadaan mereka bisa membantu mobilisasi harian lansia dan mendampingi rehabilitasi di rumah. Kader kesehatan juga berperan penting dalam deteksi dini gangguan kesehatan. “Karena itu diperlukan untuk segera melakukan pendataan lansia yang lebih akurat agar seluruh warga lanjut usia dapat terjangkau layanan kesehatan,” jelas Heli.
San untuk memenuhi keterampilan dasar ini, Pemkot Batu telah menggelar pelatihan BLS untuk para kader kesehatan. Pelatihan ini menjadi salah satu rangkaian dalam peningkatan kapasitas kader di 24 desa/kelurahan yang ada di Kota Batu.[nas.ca]


