29 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

Pestani PT Petrokimia Gresik Perkuat Budidaya Varietas Bawang Merah Tembus 20 Ton Per Hektar

Gresik, Bhirawa. – Produktivitas bawang merah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terus didorong. Melalui program Pestani Bawang Merah Nyawiji, PT Petrokimia Gresik. Berhasil meningkatkan hasil demplot hingga 20 ton per hektare, naik sekitar 11-12 persen dari panen sebelumnya yang mencapai 18 ton per hektare.

Program yang berlangsung Maret-September 2026, melibatkan 120 petani dari enam kecamatan, yakni Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Para petani mendapat pendampingan budidaya, edukasi pemupukan berimbang, hingga penerapan teknologi pertanian.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan peningkatan produktivitas. Menjadi salah satu kunci memperkuat kesejahteraan petani, sekaligus menjaga pasokan pangan. Dan di kabuapten Nganjuk, merupakan salah satu sentra utama bawang merah nasional. Daerah ini juga dikenal dengan varietas lokal Tajuk (Tanaman Asli Nganjuk), yang memiliki kualitas umbi, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik. “Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga mendorong edukasi pemupukan, uji tanah, pendampingan budidaya, dan teknologi pertanian,” ujarnya.

Program Pestani bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi petani untuk berbagi pengalaman dan menerapkan praktik budidaya terbaik. Penilaian meliputi keseragaman umbi, bobot panen, serta proses budidaya. Dalam program tersebut, petani mengaplikasikan sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, di antaranya Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium.

Berita Terkait :  PLN UP3 Situbondo Meriahkan Jalan Sehat Bersama di Pendopo Pate Alos Besuki

Ditambahkan Adityo, bahwa Petrokimia akan terus memperluas program pemberdayaan petani sesuai potensi komoditas di berbagai daerah. Ketika petani semakin produktif dan sejahtera, pertanian akan semakin kuat. Pada akhirnya, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia juga semakin kokoh.

Petani Kecamatan Gondang, Suheri, apresiasi pendampingan yang diberikan. Berharap peningkatan produksi dan kualitas bawang merah, dapat ikut mendongkrak pendapatan petani. “Kami mendapatkan informasi, terkait pemupukan yang mendorong peningkatan produktivitas. Alhamdulillah, hasil tanaman juga berkualitas,” jelasnya.[kim.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!