29 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

Pasar Murah Pemkab Pasuruan Jadi Tumpuan Dapur Warga di Tengah Fluktuasi Harga

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Fluktuasi harga bahan pokok di pasaran terus menguji ketahanan dapur warga, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar kegiatan Pasar Murah di Halaman Kantor Kecamatan Grati yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9). Bagi warga setempat, keberadaan pasar murah di wilayah timur Pasuruan itu menjadi tumpuan utama untuk menekan pengeluaran harian.

Siti Aminah (42), warga Grati, mengaku sengaja datang sejak pagi demi mengantre sembako, terutama beras dan minyak goreng. Ia merasakan betul dampak selisih harga komoditas yang ditawarkan di pasar murah dibandingkan pasar tradisional. “Kegiatan ini sangatlah membantu, apalagi harga beras dan telur di pasar biasa lumayan terasa. Di sini harganya jauh lebih miring, lumayan selisihnya bisa buat keperluan dapur yang lain,” kata Siti saat ditemui di lokasi acara, Selasa (8/9).

Senada dengan Siti, Rahmad (38), warga setempat lainnya, mengimbuhkan bahwa potongan harga sekecil apa pun sangat berarti bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga harian. Ia berharap program penyeimbang harga ini tidak berhenti sebagai agenda temporer semata. “Pasar murah seperti ini kalau bisa jangan cuma sebulan atau setahun sekali, tapi rutin. Soalnya buat masyarakat kecil, selisih harga seribu dua ribu rupiah saja sudah sangat berarti,” kata Rahmad.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Ajak Warga Jaga Keharmonisan dan Berkontribusi untuk Kabupaten Madiun Sejahtera

Saat membuka acara secara resmi pada Senin (7/9), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menegaskan pasar murah tersebut dirancang sebagai instrumen nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat. “Pasar murah ini bukan hanya pertemuan penjual dan pembeli. Tapi cara pemerintah membantu masyarakat agar lebih ringan dalam menjangkau harga sembako. Istilahnya membantu daya beli masyarakat,” kata Yudha mewakili Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, menambahkan pihaknya menggandeng berbagai mitra strategis mulai dari Perum Bulog, PT Rajawali Nusindo, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, hingga belasan produsen besar lainnya.

Selain komoditas utama dari produsen besar, ajang ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) lokal dari kecamatan setempat untuk memasarkan produk unggulan daerah. “Kami juga memberikan stan bagi UMKM/IKM lokal agar bisa mengenalkan produknya dengan cepat sehingga diketahui oleh pembeli saat pasar murah berlangsung,” urai Ghony.

Berbagai bahan pokok dijual dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasaran pada umumnya. Berikut adalah daftar harga sejumlah komoditas yang dijual selama pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Grati. Yakni, Beras SPHP Rp54.000/5 kg, Beras Premium Rp70.000/5 kg, Gula Pasir Rp14.000/kg, Minyak Goreng Kita (Minyakita) Rp13.000/liter, Minyak Goreng Premium (Sovia) Rp17.000/liter, Bawang Merah Rp5.000/250 gram,

Berita Terkait :  Pakai Kurikulum Baru, Kadinsos Jatim Buka Pelatihan bagi 40 Pilar Kessos

Bawang Putih Rp6.000/250 gram. Lalu ada Telur Ayam Ras Rp20.000 per pack, Tepung Terigu Rp10.000 per kg dannKecap Manis Rp5.000 per botol. Dari kegiatan ini, Pemkab Pasuruan berharap tingkat inflasi daerah dapat terjaga serta beban pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pokok sehari-hari dapat berkurang.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!