Situbondo, Bhirawa. – Rangkaian kegiatan pelatihan pembuatan batik tulis berbasis kompetensi di Kecamatan Mangaran resmi ditutup dengan catatan prestasi mengagumkan. Sebanyak 16 peserta yang merupakan kader-kader terbaik dari Desa Banyu Glugur dan Desa Trebungan tercatat mengikuti seluruh sesi pelatihan dari awal hingga akhir tanpa pernah absen.
Kepala UPT BLK Situbondo, Bahtiar Santoso, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan komitmen tinggi para peserta. Meski pelatihan resmi telah selesai, kata Bahtiar, penutupan ini menjadi awal dari perjuangan para perajin untuk melangkah ke tahap produksi dan komersialisasi.
“Ini sebagai langkah awal memulai usaha, para peserta disarankan untuk tidak terburu-buru memproduksi pakaian atau baju yang memiliki tingkat kerumitan tinggi. Sebaliknya, peserta diarahkan untuk fokus memproduksi taplak meja terlebih dahulu,” tandas Bahtiar.
Produk ini, aku Bahtiar, dinilai lebih mudah diproduksi serta memiliki pangsa pasar yang lebih cepat diserap konsumen. Fasilitas penunjang utama seperti canting, wajan batik, hingga kompor telah disiapkan untuk mendukung operasional awal. “Strategi ini diharapkan dapat memantapkan keterampilan dan kelancaran teknik membatik peserta sebelum melangkah ke produk busana,” lanjut Bahtiar.
Sementara itu, tutur Bahtiar, langkah pendampingan berkelanjutan dan pembentukan basecamp dilakukan guna untuk menjaga keberlanjutan program UPT BK Situbondo bersama Disnakertrans, pihak Kecamatan Mangaran, serta Ketua PPDis Kabupaten Situbondo, Luluk, berkomitmen memberikan pendampingan secara berkala.
“Rencana penyediaan basecamp produksi juga tengah disiapkan sebagai pusat kegiatan dan wadah koordinasi para perajin. Langkah kolaboratif ini juga melibatkan jajaran terkait-termasuk Agung Wintoro Sekretaris Disnaker, Camat Mangaran, serta Ainurofiq-diharapkan mampu membantu memecahkan berbagai hambatan usaha di masa mendatang,” urai Bahtiar.
Melalui komitmen dan keikhlasan bersama, lanjut Bahtiar, program ini ditargetkan tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, melainkan melahirkan UMKM khusus yang mampu memberikan tambahan pendapatan ekonomi bagi keluarga para peserta.
Di sisi lain, Ketua panitia UPT BLK Kabupaten Situbondo, Wahidin, mengatakan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Pembuatan Batik Tulis yang diselenggarakan oleh UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Situbondo resmi ditutup pada Senin (7/9/2026).
Kata Wahidin, penutupan pelatihan yang didanai melalui anggaran APBD dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 tersebut dipimpin langsung dan ditutup secara resmi oleh Ketua PPD Kabupaten Situbondo.
“Pelatihan yang bertujuan untuk mencetak tenaga kerja terampil serta wirausahawan baru di bidang kerajinan batik ini membuahkan hasil yang luar biasa. Dari total 16 orang peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak pertengahan Juli lalu, 100 persen dinyatakan lulus dan seluruhnya berhak mendapatkan sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” tegas Wahidin.
Dalam laporan resminya, tambah dia, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan ini didasarkan pada dua dokumen utama: Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Disnakertransprov Jatim TA 2026 Nomor DPA/A1/2.07 3.32 00 02 000/01/2026 tertanggal 1 Januari 2026. “Berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPT BLK Situbondo Nomor 500.15.1/437/108.7.10/2026 tertanggal 14 Juli 2026. Kegiatan pelatihan berlangsung secara intensif mulai tanggal 16 Juli 2026 hingga 3 September 2026,” tutur Wahidin.
Seiring berakhirnya program pada 3 September 2026, SK Kepala UPT BLK Situbondo Nomor 500.15.15.1/437/108.7.10/2026 secara resmi dicabut dan dinyatakan selesai. Berdasarkan evaluasi komprehensif serta hasil uji kompetensi BNSP, tiga orang peserta berhasil meraih predikat kelulusan terbaik. “Ketiganya yakni peringkat pertama, Nur Holisah; peringkat Kedua: Farhan Dwi Afandi dan peringkat Ketiga Susiyana. Para lulusan yang dipanggil namanya satu per satu berdiri di hadapan jajaran tamu undangan untuk menerima apresiasi atas ketekunan dan prestasi yang dicapai selama masa pelatihan,” kupasnya.
Wahidin kembali menegaskan, dengan dikantonginya sertifikat kompetensi BNSP oleh seluruh 16 lulusan, para alumni pelatihan Batik Tulis ini diharapkan sanggup bersaing di pasar kerja maupun membuka unit usaha mandiri. “Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta melestarikan produk budaya khas Kabupaten Situbondo,” pungkas Wahidin.[awi.ca]


