27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

Enam Kabupaten Turun Hujan, Empat Kali Operasi Tebar 3.200 Kilogram Bahan Semai NaCl

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Pemerintah Provinsi Jawa Timur lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menangani kekeringan yang melanda 24 kabupaten/kota di Jawa Timur.

OMC dilaksanakan melalui kolaborasi Pemprov Jatim, Kementerian Kehutanan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

Pelaksanaan OMC tersebut merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Kantor Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kota Malang, Kamis (3/9).

Hasilnya, berdasarkan data pemantauan alat Automatic Rain Gauge (ARG) per 6 September 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau turun di 11 titik yang tersebar di enam kabupaten, yakni Lumajang, Banyuwangi, Malang, Jember, Trenggalek, dan Pacitan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pelaksanaan OMC merupakan bagian dari ikhtiar kolaboratif untuk mengurangi risiko karhutla, membantu menangani kekeringan, dan memperkuat mitigasi darurat di wilayah prioritas.

“Alhamdulillah, pelaksanaan OMC menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pemantauan melalui perangkat ARG, hujan terpantau turun di 11 titik pada enam kabupaten yang menjadi wilayah sasaran prioritas,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (7/9).

“Semoga hujan yang turun ini memberikan manfaat bagi masyarakat, membantu menjaga ketersediaan air, mengurangi dampak kekeringan, serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jatim, OMC telah dilaksanakan sebanyak empat kali sepanjang 3-6 September 2026. Dalam rangkaian operasi tersebut, sebanyak 3.200 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) telah disebarkan.

Berita Terkait :  Bupati dan Wabup Tulungagung Gelar Open House untuk Masyarakat

OMC perdana dilaksanakan pada Kamis (3/9) pukul 15.50 WIB menggunakan pesawat CASA NC212/A-2104. Operasi menyasar wilayah Lumajang dan Probolinggo dengan menyebarkan sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl.

OMC kembali dilaksanakan pada Jumat (4/9) sekitar pukul 15.25 WIB dengan sasaran wilayah Probolinggo-Lumajang, termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), area di atas Kota Batu dan Gunung Arjuno, serta wilayah Malang. Pada operasi tersebut kembali disebarkan sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl. Secara keseluruhan, rangkaian OMC menyasar sejumlah wilayah, mulai dari Malang, Kota Batu, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, hingga Banyuwangi.

Khofifah menjelaskan, OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta ketersediaan awan potensial yang bergerak memasuki wilayah daratan. Oleh karena itu, pemantauan BMKG menjadi dasar penting dalam menentukan waktu dan wilayah sasaran operasi.

Pascarangkaian OMC, sebaran hujan paling banyak terpantau di Kabupaten Lumajang. Hujan dengan intensitas sedang tercatat di ARG Pronojiwo, sedangkan hujan ringan terpantau di ARG Pasrujambe, Pasirian, dan Jokarto.

Di Kabupaten Banyuwangi, hujan ringan terpantau melalui ARG Lidjen Jambu dan ARG Kalibaru. Sementara itu, di Kabupaten Malang, hujan ringan tercatat di ARG Sitiarjo dan ARG Dampit. Hujan dengan intensitas ringan juga terpantau di ARG Rekayasa Panti, Kabupaten Jember; ARG Trenggalek, Kabupaten Trenggalek; serta ARG Sudimoro, Kabupaten Pacitan. [ina.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!