25.9 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Sidem Dihantam Ombak Besar, BPBD Tulungagung Larang Nelayan Melaut

Tulungagung, Bhirawa. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung untuk sementara melarang nelayan melaut. Larangan ini setelah Pantai Sidem di Desa Besole Kecamatan Besuki dihantam gelombang tinggi dan ombak besar.

Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, Selasa (11/8), mengungkapkan gelombang tinggi dan ombak besar yang terjadi di Pantai Sidem mencapai ketinggian dua meter. “Karena itu, kami melarang nelayan melaut,” tandasnya.

Ia menyebut terjangan ombak yang mengakibatkan banjir rob itu terjadi pada malam hari dan pagi hari. “Terjadinya tadi malam dan juga pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB,” terangnya.

Terjangan ombak besar itu membuat empat rumah berupa warung di pinggir pantai terdampak banjir rob. Selain juga membawa material kayu dan sampah di area Pantai Sidem.

Sampai berita ini ditulis terjangan ombak yang membuat air laut luber sampai masuk ke darat sejauh sekitar 25 meter itu sudah surut. Meski diperkirakan kejadian serupa akan terulang lagi.

Menurut Sudarmaji, gelombang tinggi dan ombak besar biasa terjadi di bulan Agustus. “Keterangan warga setempat, kejadian banjir rob akibat ombak besar biasa terjadi di bulan Agustus. Dan terjadinya sebanyak lima kali,” terangnya.

Mantan Sekretaris DPRD Tulungagung ini mengimbau masyarakat untuk waspada. Terlebih cuaca masih memburuk.

“Yang penting jangan melaut dulu. Juga jaga situasi saat malam tiba. Harus waspada,” paparnya.

Berita Terkait :  Jaga Nilai Rupiah

Sedang soal kemunculan buaya di laut sekitar Pantai Popoh dan Pantai Sidem, Sudarmaji menyatakan juga perlu diwaspadai. Ia mengungkapkan tidak tahu apakah buaya terdampar di darat saat banjir rob terjadi di Pantai Sidem.

“Karena itu harus waspada. Kami juga sudah diberitahu oleh Polairud dan personel TNI AL terkait keberadaan buaya itu. Kami minta warga harus mewaspadainya dan hati-hati,” ucapnya.

Sejauh ini belum ada upaya tindakan untuk menangkap buaya tersebut. “Kami bersama Polairud dan TNI AL masih melakukan pemantauan terkait keberadaannya,” pungkas Sudarmaji. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!