28.1 C
Sidoarjo
Thursday, July 23, 2026
spot_img

UM Perkuat Aliansi Pendidikan Guru Indonesia-Australia


Kota Malang, Bhirawa – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkokoh posisinya di kancah internasional. Kali ini, UM dipercaya menjadi tuan rumah gelaran bergengsi Indonesia-Australia Teacher Education Cooperation (IATEC) Annual Meeting 2026 yang berlangsung pada 14-16 Juli 2026.

Pertemuan strategis ini menghasilkan kesepakatan penguatan kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam transformasi pendidikan guru, mulai dari riset kolaboratif, integrasi Artificial Intelligence (AI), hingga implementasi metode deep learning.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan modern menuntut perguruan tinggi untuk aktif membangun kolaborasi lintas negara demi melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada mutu pendidikan.

“Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi bagaimana membangun cara berpikir kritis, reflektif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Kolaborasi internasional ini penting untuk melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Prof Hariyono.

Menurutnya, kemitraan bilateral ini membuka peluang besar bagi kedua negara dalam pengembangan riset bersama, pertukaran akademisi, penguatan kapasitas institusi, serta perancangan model pembelajaran masa depan.

Selama tiga hari, forum ini mengagendakan Top Management Meeting, diskusi panel, lokakarya kolaboratif, hingga Triad Meeting untuk menyusun rencana kerja jangka panjang. Fokus utama yang dibahas meliputi pengembangan kurikulum, kompetensi guru, pendidikan inklusif, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam ruang kelas.

Senada, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi internasional sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Berita Terkait :  Seleksi Paskibra Balongpanggang Berlangsung, DPRD Ingatkan Peserta Jaga Stamina dan Mental

“Tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan tantangan pendidikan saat ini secara mandiri. Kemitraan ini memungkinkan kita saling belajar untuk mempersiapkan guru yang siap menghadapi masa depan,” kata Prof Nunuk.

Ia menambahkan, poin-poin yang digodok dalam IATEC sangat selaras dengan arah transformasi pendidikan nasional saat ini. Terutama dalam hal penerapan deep learning, integrasi AI pada kurikulum pendidikan dasar dan menengah, penguatan literasi digital, serta peningkatan kualitas Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Di sela-sela agenda akademik, para delegasi dari kedua negara juga diajak meninjau langsung fasilitas unggulan yang dimiliki UM. Di antaranya UM Labschool, UM Special Needs School, dan Museum Pendidikan UM untuk melihat langsung praktik pendidikan inklusif dan inovasi pembelajaran di lapangan.

Melalui forum ini, UM tidak hanya mempertegas perannya dalam jejaring global, tetapi juga nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 4 terkait Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan global. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!