Banyak koperasi saat ini masih terjebak dalam masalah klasik yang seolah tak berujung. Mulai dari rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola, minimnya pemahaman tata kelola manajemen yang profesional, hingga kesulitan dalam mengakses permodalan segar. Akibatnya, alih-alih menjadi entitas bisnis yang adaptif, tidak sedikit koperasi yang berjalan lambat, kehilangan daya saing, dan ditinggalkan oleh anggotanya sendiri yang beralih ke lembaga keuangan konvensional maupun modern yang lebih instan.
Transformasi digital yang kerap didengungkan sebagai kunci masa depan koperasi juga masih jauh panggang dari api. Banyak koperasi di daerah yang masih beroperasi secara konvensional, lambat dalam mengadopsi teknologi, serta gagal melakukan regenerasi anggota. Kalangan muda saat ini cenderung apatis atau memandang koperasi sebelah mata karena sistemnya yang dinilai kaku dan ketinggalan zaman.
Kehadiran program seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang didorong oleh pemerintah memang memberikan secercah harapan baru. Harapannya, program ini benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar proyek mercusuar di atas kertas. Namun, pembentukan tersebut harus dibarengi dengan pendampingan yang intensif dan menyeluruh agar koperasi benar-benar sehat secara kelembagaan dan akuntabel.
Di usia yang mendekati delapan dekade ini, sudah saatnya kita menuntut aksi nyata dari para pemangku kepentingan. Pemerintah dan Dewan Koperasi Indonesia harus memprioritaskan program pembinaan yang terukur. Koperasi tidak boleh hanya dibiarkan tumbuh liar tanpa arah. Koperasi membutuhkan regulasi yang memayungi dengan kuat, akses pasar yang luas, dan literasi digital yang masif agar mampu bersaing di era modern ini.
Mari kita doakan agar di Hari Koperasi Nasional ini, cita-cita Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama melalui asas kekeluargaan benar-benar terealisasi. Semoga koperasi Indonesia tidak hanya sekadar berjaya di dalam tema pidato, tetapi benar-benar tangguh dan berdaya di medan persaingan ekonomi global.
Yusuf Amrizal Putra
Warga dan Pemerhati Ekonomi Kerakyatan, berdomisili di Surabaya


