26.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

Misi Dagang Jatim-Riau Catatkan Transaksi Fantastis Rp1 T

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang Jatim-Riau juga meninjau berbagai produk yang dijual dalam Misi Dagang Jatim-Riau, Rabu (8/7) di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru.

Meningkat Tiga Kali Lipat dari Capaian Tahun 2020

Pekanbaru, Bhirawa. – Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Riau catatkan transaksi yang cukup fantastis di tahun 2026 ini. Misi dagang turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi berhasil membukukan komitmen transaksi sebesar Rp1.066.031.400.000, meningkat hampir tiga kali lipat dari capaian pada 5 Maret 2020 di Pekanbaru yang menghasilkan komitmen transaksi Rp362,12 miliar melalui 51 transaksi dagang.

Catatan transaksi yang dibukukan menjadi bukti semakin kuatnya sinergi pelaku usaha kedua provinsi dalam memperluas perdagangan, memperkuat rantai pasok antardaerah, sekaligus mendorong integrasi pasar domestik dan peningkatan investasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memimpin langsung Misi Dagang Jatim-Riau, menjelaskan pelaksanaan misi dagang kali ini, kelima yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026.

Menurut Khofifah, setiap pelaksanaan misi dagang selalu diarahkan untuk memperkuat kemitraan antardaerah melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, hingga berbagai institusi pendukung.

”Untuk tahun 2026 ini merupakan misi dagang yang kelima. Yang selalu kami bangun penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ujar Khofifah,, Rabu (8/7) di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru.

Berita Terkait :  Lantik 34 Pejabat, Pak Yes Tekankan untuk Fokus pada Tugas

Khofifah menjelaskan, misi dagang menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antarwilayah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok nasional, sekaligus membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

”Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antar daerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” katanya.

Khofifah juga mengatakan, setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Karena itu, perdagangan antarwilayah menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional.

”Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Inilah esensi dari Misi Dagang yang terus kita bangun,” tegasnya.

Nilai komitmen transaksi sebesar Rp1.066 031.400.000 itu terdiri atas penjualan Jawa Timur sebesar Rp704.881.400.000 dan pembelian dari Provinsi Riau sebesar Rp361.150.000.000.

Komoditas unggulan yang dipasarkan Jawa Timur meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, daging unggas, kambing/domba, DOC, rokok, beras, cabe, bawang merah, bawang putih, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, sambal, bumbu dapur, aneka seafood, mesin vacum frying, sarden kaleng, gula merah dan teh curah.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Imbau Warga, Jaga Keselamatan Perjalanan KA di Perlintasan Sebidang

Jawa Timur memperoleh berbagai komoditas strategis dari Provinsi Riau, antara lain udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp dan sirip taripang kering. [ina.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!