Pasuruan, Bhirawa – Derap langkah kaki para pemain Pasuruan United di atas rumput hijau kini tinggal menyisakan satu babak pemungkas. Klub berjuluk ‘Laskar Santri Mbeling’ tersebut berada di ambang sejarah baru saat bersiap menantang Pesik Kuningan dalam laga final Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Partai puncak yang sarat gengsi ini bakal digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (11/7).
Bagi Pasuruan United, laga ini bukan sekadar perebutan trofi juara. Ini adalah pembuktian atas konsistensi dan determinasi sebuah tim yang merangkak dari bawah, melewati labirin kompetisi yang panjang sejak fase 64 besar, hingga akhirnya berhasil mengamankan tiket promosi ke Liga 3 Nusantara musim depan.
Pertandingan di Mandala Krida nanti sekaligus menjadi babak baru dari rivalitas kedua tim. Pada fase delapan besar putaran nasional sebelumnya, Pasuruan United sempat membungkam Pesik Kuningan dengan skor meyakinkan 2-0.
Namun, atmosfer partai final diyakini akan menyajikan tekanan psikologis yang jauh berbeda. Gelar juara yang sudah di depan mata membuat takaran taktik dan mentalitas kedua tim berada di level tertinggi.
Perjalanan Laskar Santri Mbeling menuju partai puncak tidak dilalui dengan mudah. Di fase semifinal yang berlangsung ketat pada Rabu (8/7), Pasuruan United dipaksa memeras keringat hingga menit terakhir oleh Persinga Ngawi.
Usai bermain imbang tanpa gol selama 90 menit penuh, ketangguhan mental anak-anak Pasuruan diuji lewat drama adu penalti yang berakhir dengan keunggulan 5-4.
Disiplin posisi dan ketenangan mengeksekusi peluang di titik putih menjadi modal utama yang membawa mereka ke Yogyakarta. Di tepi lapangan, laga ini juga akan menjadi panggung adu kecerdasan taktik antara dua juru strategi.
Yakni, Bio Paulin di kubu Pasuruan United dan Dian Okta yang menakhodai Pesik Kuningan. Keduanya terbukti sukses merawat stabilitas performa tim di tengah padatnya jadwal kompetisi.
“Hasil yang sangat positif membuat Pasuruan United melaju ke final. Pemain bekerja keras dan mampu menjaga stabilitas tim. Lawan juga sangat baik, tapi itulah sepak bola. Kami keluar sebagai pemenang dan siap tampil untuk merebut kemenangan di partai final,” ujar Bio Paulin, mantan bek tangguh Timnas Indonesia yang kini merajut karier kepelatihannya bersama Pasuruan United.
Bio menegaskan anak asuhnya kini dalam kondisi siap tempur demi menuntaskan laga pamungkas musim ini dengan senyuman. Tentu saja, ekspektasi tinggi kini menggelayut di pundak para pemain Pasuruan United. Kendati target promosi ke kasta atas telah digenggam, manajemen klub menegaskan enggan berpuas diri hanya dengan predikat peringkat kedua.
Presiden Klub Pasuruan United, Bayu Aji, menyatakan trofi juara adalah target mutlak. Piala tersebut diincar sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi seluruh masyarakat Pasuruan yang tak lelah mengalirkan dukungan dan doa di setiap laga. “Alhamdulillah. Lanjut bawa pulang trofi Liga 4 ke Pasuruan,” kata Bayu Aji.
Menurut Bayu, pencapaian hingga titik ini adalah buah dari sinergi kolektif. Kerja keras para pemain di lapangan, kejelian staf pelatih, manajemen yang sehat, serta sokongan moral dari suporter di daerah asal menjadi fondasi utama kokohnya performa tim.
Di seberang lapangan, Pesik Kuningan diprediksi tidak akan membiarkan sang lawan melenggang mudah. Klub berjuluk ‘Laskar Kuda Ciremai’ itu dipastikan datang membawa misi ganda, yaitu membalas kekalahan di fase delapan besar sekaligus merebut takhta tertinggi Liga 4 Nasional.
Pada pertemuan kedua tim di Stadion Mandala Krida akhir pekan ini menjanjikan drama sepak bola modern yang ketat, menguras fisik dan bertumpu pada ketajaman strategi. [hil.wwn]


