26.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

Tekan Gejolak Harga Cabai, Pemkot Mojokerto Gencarkan Gerakan Cabenisasi

Kota Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggencarkan Gerakan Cabenisasi sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan kosong untuk menanam cabai sehingga kebutuhan komoditas ini dapat dipenuhi dari lingkungan sekitar. Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Sosialisasi Gerakan Cabenisasi di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (9/7).

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, cabai dipilih karena menjadi salah satu komoditas yang harganya kerap mengalami fluktuasi dan menjadi penyumbang inflasi. Dengan menanam cabai secara mandiri, masyarakat dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi dampak kenaikan harga di pasaran.

“Kita mengambil komoditas yang mudah, cepat, dan bisa dilakukan hampir seluruh warga perkotaan, yaitu cabenisasi. Dengan keterbatasan lahan pun masyarakat tetap bisa menanam dan hasilnya bermanfaat, apalagi cabai sering menjadi komoditas yang harganya fluktuatif,” ujarnya.

Ning Ita menjelaskan, cabai merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan di seluruh wilayah Kota Mojokerto meski dengan lahan yang terbatas. Berbeda dengan padi atau jagung yang membutuhkan area lebih luas, cabai dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan kosong yang belum dimanfaatkan.

Selain mendukung ketahanan pangan, Gerakan Cabenisasi juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Semakin banyak tanaman yang ditanam di kawasan permukiman, semakin besar pula kontribusinya dalam menyerap emisi karbon dan menghasilkan oksigen sehingga kualitas lingkungan menjadi lebih baik.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Bersama Dishub, Sosialisasikan Keselamatan dan Keamanan Perjalanan KA

Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan untuk ditanami tanaman produktif maupun tanaman penghijauan selama belum digunakan oleh pemiliknya. Menurutnya, langkah sederhana tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Ning Ita berharap semangat warga Kelurahan Blooto dalam menjalankan Gerakan Cabenisasi dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Mojokerto. Dengan semakin banyak masyarakat yang menanam cabai, pasokan pangan di tingkat rumah tangga akan semakin kuat, sehingga turut membantu menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!