26.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

7.380 Siswa Terverifikasi Lolos, Pemkot Surabaya Tingkatkan Besaran Beasiswa Pemuda Tangguh

Surabaya, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan penyaluran beasiswa Pemuda Tangguh jenjang SMA/SMK/MA/sederajat tahun ajaran 2026/2027 dengan mekanisme bantuan sosial (bansos).

Pemerintah pastikan bantuan pendidikan tidak cuman diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan, tapi digunakan sepenuhnya untuk menunjang biaya sekolah, dengan program bantuan pendidikan Pemkot Surabaya yang sekarang memasuki tahapan daftar ulang bagi calon penerima, proses difasilitasi oleh Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra), dari 8.469 pendaftar, terdapat 7.380 siswa dinyatakan lolos setelah melalui verifikasi dan validasi sesuai ketentuan yang berlaku. Kamis, (9/7/2026)

Kepala Bapemkesra Pemkot Surabaya, Arief Boediarto, mengatakan bahwa semua penerima sudah diseleksi melalui sistem sehingga bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang menjadi prioritas.

“Kami pastikan penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar berhak, antara lain keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu, semuda pendaftar telah diverifikasi melalui sistem sehingga bantuan ini tepat sasaran,” jelasnya.

Lanjut Arief berharap bantuan pendidikan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga rentan, mencegah anak putus sekolah, dan memastikan setiap rupiah bantuan benar-benar digunakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan para siswa hingga lulus.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bapemkesra Pemkot Surabaya, Efi Zuliati, menjelaskan perubahan tahun ini terletak pada mekanisme penyaluran bantuan, dimanan tahun sebelumnya dana ditransfer langsung ke rekening siswa, sekarang bantuan biaya pendidikan disalurkan melalui sekolah supaya penggunaannya lebih terkontrol.

Berita Terkait :  Dukung Pelestarian Budaya "Pak Mbois" Tampil di Pentas Ludruk Genaro Ngalam

“Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya, ditemukan bantuan yang sudah diterima siswa, tapi belum digunakan memenuhi kewajiban pembayaran di sekolah, sebab itu tahun ini dana disalurkan melalui sekolah supaya benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan,” ungkap Efi.

Efi menyampaikan besaran bantuan pendidikan meningkat menjadi Rp350 ribu per bulan dari sebelumnya Rp320 ribu, dana diperuntukkan bagi siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) swasta untuk membiayai kebutuhan pendidikan, seperti SPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), hingga biaya praktik.

“Bagi siswa sekolah negeri tidak menerima bantuan biaya pendidikan sebab tidak lagi dikenakan SPP, walapun seluruh penerima baru, sekolah negeri maupun swasta, tetap memperoleh bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, serta kaus kaki hitam dan putih yang diberikan satu kali pada awal menerima program,” tuturnya.

Seluruh pendaftar dengan proses seleksi dilakukan secara ketat, tambah Efi, peserta gugur pernah menerima bantuan serupa, tidak lagi berstatus sebagai siswa aktif, tidak masuk dalam kelompok desil yang diprioritaskan, memiliki data administrasi yang belum lengkap, atau berdomisili di luar Kota Surabaya.

“Proses daftar ulang penerima bantuan berlangsung pada 6-10 Juli 2026 dengan dua sesi pelayanan setiap hari, sehari Bapemkesra melayani sekitar 1.300 hingga 1.400 peserta untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar,” imbuhnya. [ren.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!