26.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

Menyambut Tahun Ajaran Baru di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Setiap kali kalender pendidikan memasuki bulan Juli, selalu ada perasaan campur aduk di hati saya. Di satu sisi, ada kebanggaan melihat anak-anak melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, di sisi lain, ada kecemasan mendalam yang menghantui terkait biaya yang harus disiapkan. Euforia menyambut sekolah baru seolah tertutup oleh realita pahit mahalnya biaya pendidikan hari ini.

Tahun ini, beban tersebut terasa berkali-kali lipat lebih berat. Kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja sangat memukul daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok kelas menengah yang tidak memiliki bantalan sosial atau program bantuan. Pendapatan bulanan tidak kunjung naik, sementara laju inflasi biaya pendidikan terus melesat.

Memasuki tahun ajaran baru, orang tua langsung dihadapkan pada rentetan pengeluaran fantastis. Mulai dari uang pangkal atau sumbangan pengembangan institusi, pembelian seragam, buku paket, hingga iuran komite. Belum lagi jika sekolah mewajibkan pembelian perangkat digital penunjang pembelajaran. Nominal jutaan rupiah harus dirogoh dalam waktu yang bersamaan.

Fenomena ini seperti alarm bahaya. Jika pendapatan rumah tangga tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup ini, banyak keluarga akan terpaksa melakukan penyesuaian ekstrem. Mulai dari menunda kebutuhan lain, mencari pinjaman berbunga tinggi, hingga yang paling mengerikan adalah ancaman putus sekolah bagi anak.

Pendidikan adalah hak konstitusional setiap anak yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, saya sangat berharap pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat hadir secara nyata. Kita membutuhkan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik pungutan liar atau penjualan seragam di lingkungan sekolah dengan dalih apa pun. Transparansi pengelolaan dana sekolah dan dana komite juga harus ditegakkan agar beban tidak selalu bermuara pada orang tua.

Berita Terkait :  Panen Raya Jagung Serentak Tahap 1 di Desa Mojorejo Kecamatan Kemlagi Kota Mojokerto

Mari kita bersama-sama memastikan agar kesulitan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk menuntut ilmu. Semoga ada solusi dan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat kecil di masa-masa sulit ini. Terima kasih.

Achmad Fanani
Orangtua siswa, tinggal di Jambangan Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!