Surabaya, Bhirawa
Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) yang tergabung dalam pilar kemasyarakatan sukses menggelar program revitalisasi semanagat gotong royong dan tertub administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga di lingkungan RW 04 Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada (31/05/2026) ini dikemas melalui perpaduan edukasi materi serta aksi turun lapangan bersama masyarakat setempat.
Gotong royong dan kesadaran hukum terkait adminduk merupakan elemen krusial dalam menciptakan ketertiban serta keharmonisan di tingkat rukun warga. Di tengah padatnya aktivitas perkotaan, tidak sedikit lingkungan pemukiman yang mulai menghadapi tantangan berupa penurunan partisipasi warga dalam agenda kerja bakti bersama. Rasa jenuh akibat rutinitas kampung sering kali menjadi faktor utama yang membuat masyarakat, khususnya para bapak, menjadi kurang antusias saat diajak berkontribusi langsung.
Lingkungan RW 04 Kelurahan Bubutan sebenarnya telah memiliki regulasi berkala, yakni agenda kerja bakti rutin yang diadakan setiap dua bulan sekali. Namun, sebelum kehadiran tim Mahasiswa KKN, pengurus kampung kerap kali menghadapi kendala dalam menggerakkan dan mengumpulkan warga untuk berpartisipasi aktif. Selain kejenuhan, masih ada celah pemahaman di Sebagian kalangan masyarakat mengenai pentingnya sinkronisasi adminduk, seperti kewajiban pembuatan KTP bagi warga yang baru menginjak usia 17 tahun untuk keperluan akses fasilitas publik esensial.
Berangkat dari kondisi tersebut, pliar kemasyarakatn KKN Untag Surabaya hadir dengan membawa solusi konkret berupa sosialisasi terintegrasi. Tidak hanya memaparkan teori mengenai pentingnya sadar hukum kependudukan yang disinergikan dengan program Kelurahan Bubutan dan Kader Surabaya Hebat KSH), tim mahasiswa juga langsung membaur bersama warga dalam aksi kerja bakti fisik. Mengingat cuaca sedanf berada dalam masa pancaroba, fokus kerja bakti diarahkan pada pembersihan saluran selokan secara menyeluruh serta pemangkasan ranting-ranting pohon yang rimbun demi menjaga kemanan dan mengantisipasi genangan air saat musim penghujan tiba.
Kehadiran fisik mahsiswa KKN di lapangan terbukti menjadi pemantik (trigger) psikologis yang sangat efektif bagi warga sekitar. Warga merasa tergerak dan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar ketika melihat anak-anak muda dari luar wilayah mau turun langsung mengotori tangan demi membersihkan kampung mereka. Sinergi ini berhasil memecah kejenuhan yang selama ini mengendap di tengah masyarakat.
Salah seorang ibu perwakilan warga RW 04 Kelurahan Bubutan memberikan apresiasi yang tinggi dan mengakui adanya perubahan atmosfer kepedulian warga yang sangat drastik sejak kedangan mahasiswa KKN Untag.
“Kalau dulu itu agak susah manggil-manggil warganya buat kerja bakti, bapak-bapak ada yang loyo karena ngerasa kok kerja bakti lagi. Tapi semenjak lihat semangatnya teman-teman mahasiswa yang mau ikut bersih-bersih, bapak-bapak jadi lebih bergairah lagi. Istilahnya dari yang kemarin Cuma 80 persen, sekarang jadi full 100 persen semangatnya bapak-bapak buat bersihin lingkungan sekitar. Terima kasih banyak, teman-teman memberikan manfaat banyak di lingkungan kita.” Ungkapnya dengan antusias.
Melalui pelaksanaan program ini, lingkungan RW 04 Kelurahan Bubutan kini dilaporkan menjadi semakin rukun, tertib, dan memiliki kedekatan antargwarga yang semakin guyub. Seluruh rangakain edukasi dan aksi lapangan yang telah berjalan diharapkan dapat meninggalkan dampak jangka Panjang bagi pola hidup bersih dan tertib administrasi di wilayah tersebut.
Program KKN ini menjadi bukti nyata komitmen Untag Surabaya dalam menerjunkan mahasiswanya sebagai agen perubahan yang mampu beradaptasi dan menyelesaikan problem sosial di masyarakat secara humanis. Ke depan, perwakilan pilar kemasyarakatan berharap modal sosial berupa semangat gotong royong yang telah menyentuh angka maksismal ini dapat terus dipertahankan secara mandiri oleh warga Bubutan. Meskipun masa bakti KKN mahasiswa telah usai. [why]


