Surabaya, Bhirawa
Perhimpunan Penggiat Angklung Indonesia (PPAI) resmi melantik DPW PPAI Jawa Timur serta DPD Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik dalam rangkaian acara Ismail (Instrumen Musik Angklung Islami) di Gedung Wanita Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Mewakili Pemerintah Kota Surabaya, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi, S.Sn menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru PPAI.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap angklung di tengah maraknya musik modern. Karena itu, PPAI diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian angklung sebagai warisan budaya Indonesia.
Ketua Umum DPP PPAI, H. Sam Udjo, menegaskan bahwa angklung bukan sekadar alat musik, tetapi juga sarana membangun kebersamaan, persaudaraan, dan pendidikan karakter. Selain itu, karena terbuat dari bambu, pengembangan angklung juga memiliki nilai penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PPAI, Dr. H. Gunawan Undang, M.Si., menyebut Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan angklung dengan banyaknya komunitas dan sanggar yang telah berkembang.
Ia mendorong pengurus daerah untuk memperkuat pembinaan sekaligus mengembangkan industri kreatif berbasis angklung, termasuk menjaga keberlanjutan tanaman bambu sebagai bahan baku utama.
Ketua DPW PPAI Jawa Timur periode 2026–2031, Andy Wira Sujana, menyatakan komitmennya memperluas gerakan pelestarian angklung hingga ke sekolah-sekolah dan masyarakat umum. Menurutnya, dukungan pemerintah, komunitas, dan media menjadi kunci agar angklung semakin dikenal dan dicintai generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan jajaran pengurus DPW PPAI Jawa Timur periode 2026–2031 yang dipimpin oleh Andy Wira Sujana sebagai Ketua dan Ni Ketut Diana Wulandari sebagai Wakil Ketua.
Struktur kepengurusan turut diperkuat oleh Rina Mahrita sebagai Sekretaris, Lisa Sugiarti sebagai Wakil Sekretaris, Ratna Dwi Tristiyanti sebagai Bendahara, dan Ilda Suryati sebagai Wakil Bendahara. Sementara itu, H. Armuji, M.H. dipercaya sebagai Pembina dan Evy Afianasari, S.T., M.M.A. sebagai Pengawas.
Kegiatan diisi dengan penyematan pin pada pengurus baru, dan satu anggota yang berusia 81 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan memainkan musik angklung bersama sama seperti musik keagamaan yang dilakukan dengan arahan yang tetap hingga terdengar harmonisasi yang indah.
“Kami membawakan lagu-lagu bernuansa rohani Islami. Namun, angklung pada dasarnya adalah milik bersama. Melalui semangat kebersamaan ini, kami merangkul keberagaman agama dan kepercayaan, baik komunitas Muslim, Nasrani, Hindu, hingga Buddha, untuk bermusik bersama dalam bingkai persaudaraan Indonesia,” jelas Andi
Melalui pelantikan ini, PPAI berharap semakin banyak komunitas dan sanggar angklung yang tumbuh di Jawa Timur sehingga pelestarian warisan budaya Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan dan semakin dikenal oleh generasi muda. [rac.kt]


