28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 4, 2026
spot_img

Puskesmas Pulorejo Ngoro Jombang Laksanakan SSTB

Jombang,Bhirawa.
Puskesmas Pulorejo, Ngoro, Jombang melaksanakan kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) di Pendapa Kantor Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Kamis (04/06).

SSTB adalah pendekatan proaktif untuk menemukan kasus Tuberkulosis secara dini serta bertujuan memutus rantai penularan TBC di masyarakat.

Adapun kegiatan ini merupakan upaya mendukung penanggulangan penyakit TBC untuk mewujudkan target eliminasi TBC tahun 2030, mengingat Indonesia menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.

Kegiatan ini melibatkan tenaga medis dan peralatan medis dari Puskesmas Pulorejo dan ditunjang peralatan dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang yang berkolaborasi dengan FCSDS (Facility and Community-Based Service Delivery Support for Tuberculosis) yang mendapat dukungan dari STPI (Stop TB Partnership Indonesia).

Kepala Puskesmas Pulorejo, Ngoro, Jombang, dr. Siwi Indria Susilowati di lokasi menjelaskan, kegiatan SSTB dimulai dengan skrining meliputi penimbangan berat badan, tinggi badan, status gizi, riwayat kontak TBC, gejala TBC, dan lain-lain.

Selanjutnya dilakukan foto rontgen, mantoux test, tes dahak atau TCM. Adapun sasarannya meliputi penderita diabetes, kontak erat dengan penderita TBC, odhiv, orang dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu.

“Skrining dan Foto rontgen, ini adalah deteksi awal. Dalam skrining dilakukan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada sasaran yang datang, kemudian difoto rontgen,” kata dia.

“Setelah itu dibaca hasilnya seperti apa, kalau memang diduga positif TBC, akan dilakukan pemeriksaan selanjutnya berupa tes dahak, ada kuman TBC atau tidak,” ungkap dia.

Berita Terkait :  Jelang Pilkada, Lebih 18 ribu Pelanggan akan Gunakan Kereta Api

Dia menambahkan, jika ditemukan kasus positif TBC, maka kepada yang bersangkutan juga diberikan pengobatan langsung ataupun di Puskesmas dan diobati sampai sembuh.

“Kalau dia berkontak erat dengan penderita TBC, dia juga akan diberikan obat pencegahan,” tandas dia. Lebih lanjut Kepala Puskesmas Pulorejo menambahkan, pada kegiatan di Pendapa Kantor Desa Pulorejo ini, diikuti sebanyak 160 orang dari sejumlah desa di wilayah kerja Puskesmas Pulorejo.

“Ada tujuh desa di wilayah kerja Puskesmas Pulorejo : Pulorejo, Sidowarek, Banyuarang, Badang, Genukwatu, Rejoagung, dan Jombok,” rinci dia.

Dia menyampaikan, kegiatan SSTB ini adalah untuk mengeliminasi kasus TBC yang mana hal tersebut sejalan dengan target pemerintah pada tahun 2030.

“Untuk mencapai eliminasi dan memutus rantai penularan TBC, maka diadakan kegiatan seperti ini. Salah satunya adalah skrining aktif dan edukasi agar tidak menjadi stigma negatif di masyarakat,” ujar dia.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik, dan setidaknya, pada tahun lalu telah dilakukan oleh Puskesmas Pulorejo selama dua kali dalam setahun.

“Setiap hari kita juga ada screening yang dilakukan di Posyandu, Sekolah dan tempat kerja, melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dan pada pasien yang datang berobat ke Puskesmas, apakah ada kemungkinan terduga TBC,” pungkasnya. [rif.adv]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!