28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 4, 2026
spot_img

Mewaspadai Dampak El Nino Bagi Kesehatan

Oleh :
Oryz Setiawan
Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (Public Health) Unair Surabaya

Tampaknya dari masa ke masa dampak perubahan iklim dunia begitu nyata bagi kehidupan alam di bumi. Tren iklim, cuaca dan musim yang semakin unpredictable, dinamis dan berubah-ubah dari paten periodisasi musim misalnya kini kian tak berbatas tegas atau disebut anomali harus disikapi dengan berbagai pendekatan teknologi, sosial budaya, kesiapan ekses ekonomi dan kesehatan masyarakat secara luas. Fenomena El Nino misalnya, merupakan sebuah fenomena alam berupa memanasnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas rata-rata normal. Gangguan pada siklus suhu laut dan atmosfer ini memicu perubahan iklim global, yang berdampak pada musim kemarau lebih panjang dan curah hujan rendah di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut seiring dengan adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan mulai aktif pada Juni 2026 dan berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027.

Artinya diprediksi akan terjadi kemarau panjang dengan intensitas moderate hingga kuat selama satu tahun kedepan. Bahkan yang lebih mengkawatirkan adalah terjadinya El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia. Situasi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan rata-rata kondisi dalam 30 tahun terakhir terutama saat bulan Juni, Juli, Agustus dan ujungnya nanti puncak musim kemarau Agustus, September. Kondisi tersebut mengakibatkan wilayah di Indonesia akan lebih panjang dan lebih kering. Selain berpotensi meningkatkan risiko bencana seperti risiko potensi kegagalan panen, krisis air bersih, potensi kebakaran hutan dan kekeringan juga menimbulkan permasalahan kesehatan termasuk mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan hidup vektor penyakit

Berita Terkait :  Ribuan Remaja Putri Kota Madiun Bakal dapat Suntikan Vaksinasi HPV

Peningkatan masalah kesehatan yang terkait dengan perubahan iklim di Indonesia memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan, khususnya terhadap pola kejadian penyakit. Pertama, menimbulkan penyakit sensitif iklim. Penyebab meningkatnya penyakit sensitif ini terjadi karena adanya kenaikan maupun penurunan curah hujan. Hal ini berpengaruh terhadap dinamika populasi vektor dan penularan dengue dan malaria di Indonesia. Kedua, gangguan pada kesehatan jiwa yang mana fenomena El Nino secara tidak langsung dapat memberikan dampak pada kesehatan jiwa. Berdasarkan penelitian oleh UNESCO, manusia mengalami tekanan emosional karena perubahan iklim yang terkait dengan masalah psikologis yang menimbulkan masalah kesehatan jiwa seperti cemas, stres, dan depresi. Ketiga, masalah gizi. Pengaruh El Nino berkaitan dengan malnutrisi melalui adanya variabel antara ketahanan pangan dan akses ke pelayanan kesehatan yang manifestasinya adalah penduduk yang terinfeksi penyakit namun disisi lain memiliki ekonomi yang tidak mendukung, maka akan menimbulkan malnutrisi termasuk faktor ketersediaan sanitasi, air bersih dan lingkungan yang tidak sehat.

Mitigasi Risiko
Terdapat beberapa upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dalam rangka pengendalian dampak kesehatan akibat El Nino. Di antaranya dengan melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim. Upaya adaptasi itu dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi risiko, meningkatkan kapasitas adaptif, memperkuat ketahanan, mengurangi kerentanan melalui peningkatan literasi, dan penerapan teknologi adaptif. Kesemuanya membutuhkan kolaborasi dan sinergis semua pihak termasuk dukungan pembiayaan yang memadai dan waktu yang adekuat. Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan vaksin rutin, meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan, serta memperkuat ketahanan nasional dan tanggap darurat dalam bentuk penguatan kapasitas layanan kesehatan dan mendorong upaya pemberdayaan kesehatan berbasis masyarakat agar mampu secara mandiri dan produktif untuk meningkatkan derajat kesehatan minimal tidak sampai jatuh sakit.

Berita Terkait :  Peluncuran MBG Yayasan Gembira Layani 3.860 Penerima di Kabupaten Sampang

———— *** ————–

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!