Bangkalan, Bhirawa
Sejarah baru di Pulau Madura, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi mengantongi izin penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter Program Profesi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026 yang diterbitkan pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Rektor UTM, Prof Dr Safi’, SH, MH, perjuangan panjang untuk menghadirkan Fakultas Kedokteran di kampus negeri pertama di Madura akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah akhirnya (izin) keluar juga, UTM sudah mendapatkan izin penyelenggaraan pendidikan kedokteran,” ungkap Prof Safi’.
Prof Safi’ menjelaskan, UTM dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan utama yang ditetapkan pemerintah untuk membuka Fakultas Kedokteran.
Sementara BupatiI Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas diresmikannya Fakultas Kedokteran di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), kehadiran fakultas Kedokteran menjadi kabar baik bagi masyarakat Madura sekaligus membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan kedokteran tanpa harus keluar daerah.
Lukman Hakim menilai berdirinya Fakultas Kedokteran UTM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan.
“Saya turut berbahagia dan bersyukur atas diresmikannya Fakultas Kedokteran di UTM. Saya berharap kehadiran fakultas ini akan membawa banyak perubahan positif bagi Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan,” ujarnya, Kamis (4/6/26).
Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pemerataan pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Karena itu, keberadaan Fakultas Kedokteran UTM dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kesehatan.
Ia berharap fakultas tersebut dapat menjadi solusi bagi putra-putri Madura yang bercita-cita menjadi dokter, namun selama ini harus menempuh pendidikan di luar daerah dengan biaya yang relatif lebih besar.
“Semoga dengan adanya Fakultas Kedokteran UTM semakin mempermudah akses pendidikan kedokteran bagi masyarakat dan putra-putri Madura. Secara otomatis hal ini juga akan berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan di Madura,” katanya.
Lebih lanjut, Lukman Hakim optimistis keberadaan Fakultas Kedokteran UTM akan melahirkan tenaga medis dan dokter-dokter profesional yang berasal dari Madura.
Dengan demikian, kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai daerah dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda Madura, khususnya Bangkalan, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah meraih masa depan yang lebih baik.
“Saya berharap putra-putri Madura bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya. Semoga ke depan semakin banyak dokter yang lahir dari Madura dan mengabdi untuk masyarakatnya sendiri,” tuturnya. [lis.kt]


