33.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Antusiasme Program Kerja Luar Negeri Tinggi, Lulusan SMK Ingin Ubah Ekonomi Keluarga

Surabaya, Bhirawa

Antusiasme lulusan SMK terhadap program kebekerjaan luar negeri yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) disambut dengan semangat tinggi oleh para peserta. Berbagai siswa dan alumni SMK dari sejumlah daerah di Jawa Timur mulai mempersiapkan diri untuk bekerja dan magang di luar negeri, khususnya Jepang, Turki hingga Malaysia.

Salah satu peserta, Galang Andi Utomo dari SMK Pelayaran Kristen Tuban, memilih Jepang sebagai negara tujuan untuk bekerja di sektor caregiver atau perawat lansia. Galang mengaku mengetahui program tersebut dari sekolah sejak Desember lalu.

ā€œPersiapannya saya sudah ikut LKP sekitar 3,5 bulan. Kami belajar huruf Jepang, kosakata, cara menulis kanji, sampai teknik pengelasan,ā€ ujar Galang usai mengikuti Pelepasan 3000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja Luar Negeri di Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5).

Lulusan jurusan Nautika Kapal Niaga itu menuturkan, untuk bisa berangkat ke Jepang peserta harus mengikuti pelatihan bahasa hingga mencapai kemampuan minimal level N4. Setelah lolos wawancara, peserta akan mengikuti pemantapan bahasa selama tiga bulan sebelum pengurusan paspor dan keberangkatan.

Galang mengaku termotivasi mengikuti program tersebut untuk membanggakan orang tua dan membantu menstabilkan kondisi ekonomi keluarga. Di angkatannya, terdapat sekitar 20 siswa yang fokus mengikuti program kerja ke Jepang.

Peserta lain, Dwi Sarah Alfitri dari SMKN 1 Batu, juga mengikuti program magang luar negeri dengan tujuan Turki di sektor perhotelan. Ia menjelaskan sekolah bekerja sama dengan perusahaan untuk pelatihan dan seleksi peserta.

Berita Terkait :  Wamenag: Asta Cita sebagai Pendorong Menuju Indonesia Emas

ā€œKami sudah melewati asesmen fisik seperti sit up, push up, dan lari. Minggu depan mulai kursus bahasa Inggris selama lima bulan dan semuanya gratis,ā€ kata Dwi.

Ia menyebut peluang kerja di luar negeri membuka pengalaman yang lebih luas dengan penghasilan yang lebih tinggi. Program tersebut diawali dengan penjaringan minat siswa dan melalui lima tahapan seleksi, mulai asesmen fisik, kursus bahasa, tes psikologi hingga medical check up.

Pemerintah, lanjutnya, memberikan bantuan sekitar Rp100 juta per sekolah, sementara sekolah juga bekerja sama dengan industri dengan dukungan pembiayaan sekitar Rp35 juta yang nantinya dibayarkan melalui sistem potong gaji setelah peserta bekerja.

Sementara itu, Rizki Tegar Saputra, alumni SMKN 1 Tulungagung yang kini menjalani pelatihan di LKP Duta Mandiri Indonesia Tulungagung, memilih bidang caregiver di Jepang karena terinspirasi dari pengalamannya tinggal bersama sang nenek.

ā€œDi LKP diajari caregiver dari awal dan praktik di panti lansia. Saya sebenarnya minat di pertanian, tapi caregiver membuat saya lebih sering berkomunikasi sehingga kemampuan bahasa Jepang lebih cepat meningkat,ā€ ujar Rizki.

Rizki yang kini berusia 21 tahun itu telah mengantongi kemampuan bahasa Jepang level N4 dan sertifikasi Specified Skilled Worker (SSW). Ia dijadwalkan berangkat ke Kanagawa, Jepang, pada Oktober mendatang dengan estimasi gaji bersih mencapai Rp18 juta per bulan.

Ia menjelaskan, profesi perawat lansia di Jepang memiliki jenjang karier yang jelas. Setelah lulus ujian kaigo dan memperoleh sertifikasi, visa pekerja dapat ditingkatkan menjadi visa perawat dengan masa tinggal tidak terbatas.

Berita Terkait :  Bupati Sampang Resmikan Dapur MBG di Desa Kotah

Hal serupa disampaikan Desy Novianti dari SMK PGRI 1 Mejayan, Kabupaten Madiun. Lulusan jurusan Farmasi itu akan bekerja di perusahaan pengolahan makanan Mushasino di Kyoto, Jepang, dengan fokus produksi makanan bento.

ā€œBelajar bahasa Jepang sudah sejak kelas 3 dan sekarang sudah N4. Saya ingin mengubah ekonomi keluarga dan mencari pengalaman,ā€ kata Desy.

Anak buruh tani tersebut mengaku ditawari gaji sekitar Rp16 juta per bulan melalui program kerja Tokutei Ginou selama tiga tahun, sebelum melanjutkan pengurusan visa kerja jangka panjang.

Selain Jepang dan Turki, program kerja luar negeri juga diminati peserta tujuan Malaysia. Andini Candra Ningtyas, alumni SMKN 2 Jombang tahun 2025 yang kini mengikuti pelatihan di LKP NCL Madiun, memilih Malaysia karena lokasinya lebih dekat dengan Indonesia.

ā€œKami dibantu bahasa Inggris dan persiapan wawancara sebelum berangkat. Di sini juga diajari kuliner, HACCP, sertifikat higienitas hingga penjualan,ā€ ujarnya.

Andini berharap pengalaman bekerja di luar negeri dapat memberinya ilmu dan keterampilan yang nantinya bisa diterapkan ketika kembali ke Indonesia.

Sebagai informasi, program Kebekerjaan Luar Negeri diikuti sekitar 3.000 siswa lulusan SMK dan 600 lulusan SMK seluruh Indonesia. Ribuan peserta ini telah dilepas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) Bekerja di Luar Negeri serta peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) bagi SMK di Islamic Center Surabaya.

Berita Terkait :  Resmikan Tujuh Gedung, Mendikti Saintek Puji Kemandirian Finansial Unair

Sebanyak 7 negara akan menjadi tunjuan para peserta Magang Kebekerjaan Luar Negeri. Diantaranya, Dubai, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Arab Saudi, Jeman, dan Turki.  Program tersebut membuka peluang penempatan kerja internasional di berbagai sektor, seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, serta berbagai jasa global lainnya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!