Oleh:
Rachmat Caesar BW, Kota Surabaya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk Omah Terapi-Ku di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo, Selasa (19/5/2026).
Program ini menyediakan layanan terapi gratis bagi anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami gangguan tumbuh kembang dan membutuhkan pendampingan terapi secara berkelanjutan.
Kehadiran layanan tersebut mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam memperluas akses pelayanan sosial yang inklusif dan mudah dijangkau masyarakat. Program ini juga membantu keluarga yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan terapi berkualitas karena keterbatasan biaya maupun akses.
“Omah Terapi-Ku hadir sebagai bentuk nyata pelayanan sosial yang inklusif, mudah diakses, dan berpihak kepada masyarakat,” ungkap Gubernur Khofifah.
Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menginisiasi inovasi Omah Terapi-Ku sebagai terobosan pelayanan sosial untuk memperluas akses terapi bagi masyarakat kurang mampu. Sebagai tahap awal, Dinsos Jatim membuka inovasi ini di tiga lokasi layanan.
Pertama, UPT PPSAB Sidoarjo memfokuskan layanan pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kedua, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang memfokuskan layanan pada fisioterapi olahragawan disabilitas dan disabilitas netra sensorik.
Ketiga, Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial Pemerlu Masalah Kesejahteraan Sosial (PRS PMKS) Sidoarjo memfokuskan layanan pada orang dewasa, lansia, ODGJ, dan penderita stroke.
Selanjutnya, Pemprov Jatim akan memperluas jangkauan Omah Terapi-KU di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (RSBRW) Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (RSBG) Tuban, dan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jombang.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai jenis terapi sesuai kebutuhan, mulai dari fisioterapi, terapi okupasi, terapi sensorik, hingga terapi wicara. Pemprov Jatim memberikan seluruh layanan ini secara gratis bagi masyarakat kategori desil 1 sampai 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kehadiran inovasi ini meringankan beban keluarga yang selama ini menghadapi kendala biaya maupun akses layanan terapi. Menurut Gubernur Khofifah, pelayanan sosial tidak hanya sebatas membantu pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Khofifah menilai program terapi yang berkelanjutan penting untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal, sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk berkembang. “Kami ingin menghadirkan layanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain menghadirkan layanan profesional, Dinsos Jatim merancang Omah Terapi-Ku dengan proses pelayanan yang sederhana dan ramah bagi anak maupun orang dewasa. Masyarakat cukup melakukan pendaftaran dan asesmen awal sebelum mendapatkan jadwal terapi sesuai kebutuhan.
Disinilah, pendekatan yang humanis menjadi salah satu keunggulan agar keluarga merasa nyaman selama proses pendampingan berlangsung.
Kepala Dinsos Jatim, Dra Restu Novi Widiani MM mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan terapi yang mudah dijangkau dan tetap berkualitas melahirkan inovasi Omah Terapi-Ku.
Program ini juga memperkuat layanan rehabilitasi sosial yang lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat. “Melalui inovasi ini, Dinsos Jatim ingin memperkuat pelayanan rehabilitasi sosial yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Program ini sekaligus menyukseskan upaya Pemprov Jatim dalam memperkuat sistem pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Dengan menggandeng tenaga profesional dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surakarta, layanan Omah Terapi-Ku memberikan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Kehadiran Omah Terapi-Ku membawa harapan baru bagi masyarakat Jatim, khususnya keluarga dengan anak disabilitas dan gangguan tumbuh kembang. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan layanan terapi gratis, tetapi juga mewujudkan komitmen Pemprov Jatim dalam memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pelayanan sosial yang layak. [rac.gat]


