28.4 C
Sidoarjo
Sunday, May 17, 2026
spot_img

Kemenangan Kaum Buruh, Presiden Resmikan Rumah Singgah dan Museum Marsinah


Nganjuk, Bhirawa
Setelah penantian sejak tanggal 1 Mei 2026, saat hari buruh atau yang di kenal sebagai May day, akhirnya Presiden Parabowo Subianto meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/05).

Museum dan Rumah Singgah Marsinah, usai ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. dibangun untuk merekam kisah hidup dan perjuangan tokoh buruh asal Nganjuk tersebut.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.58 WIB di lokasi dengan menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda dengan plat RI 1 dan disambut oleh ribuan buruh yang terus berdatangan tidak hanya dari Jawa Timur namun juga Jawa Tengah, bahkan dari Jawa Barat dan Jakarta serta masyarakat sekitar yang berdiri di sekitar lokasi acara.

Kehadirannya disambut oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Presiden dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.Kapolri dan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Nampak hadir Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani beserta jajaran menteri kabinet Merah Putih.

Turut hadir Gubernur Jawa Timur: Khofifah Indar Parawansa Pangdam V/Brawijaya: Mayjen TNI Rudy Saladin Kapolda Jawa Timur: Irjen Pol Nanang Avianto. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta jajaran Forkopimda.

Di awal sambutan, Presiden menyapa para menteri Kabinet Merah Putih, tokoh buruh, serta pejabat daerah termasuk Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi. Presiden secara khusus menyoroti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang merupakan putra daerah asli Nganjuk.

Berita Terkait :  Wali Kota Kediri Sambut Touring HDCI Mojokerto Raya dan Kediri Raya

“Bahwa Nganjuk adalah daerah yang melahirkan tokoh-tokoh besar dan menyarankan siapa saja yang ingin menjadi tokoh atau presiden untuk mandi di sungai Nganjuk secara diam-diam agar tidak terlihat wartawan.” gurau Presiden yang di sambut tawa hadirin.

Presiden menceritakan bahwa keberadaan museum ini bermula dari aspirasi organisasi-organisasi buruh yang datang kepadanya, meminta agar ada keterwakilan buruh sebagai pahlawan nasional.

Setelah seluruh elemen buruh satu suara mengusulkan nama Marsinah, beliau mendapat kehormatan untuk menetapkan Ibu Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

Menurut Presiden Prabowo , kehadirannya di Nganjuk Sabtu kemarin adalah bentuk pemenuhan janjinya secara langsung kepada kaum buruh ddan sempat meninjau kamar asli peninggalan Marsinah yang sengaja dipertahankan tanpa diubah.

Ia menegaskan bahwa tragedi pembunuhan keji terhadap Marsinah di masa lalu seharusnya tidak perlu terjadi jika falsafah dasar bernegara, Pancasila, khususnya sila kelima (Keadilan Sosial) dan Pasal 33 UUD 1945 benar-benar diresapi dalam konsep kenegaraan.

Presiden menekankan pentingnya affirmative action (keberpihakan nyata) dari pemerintah untuk membela rakyat kecil dan miskin agar tidak tergilas oleh kapitalis atau pasar bebas yang diselewengkan.

Pada kesempatan tersebut Presiden memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat (TNI, Polri, Kejaksaan, hingga kementerian) untuk membersihkan diri dan menghentikan praktik menjadi backing perjudian, narkoba, penyelundupan, maupun tindakan ilegal lainnya

Presiden juga menceritakan bagaimana ia menginstruksikan Kepala BPKP untuk tetap memeriksa dan menindak siapa saja yang terindikasi melakukan korupsi, tanpa pandang bulu, bahkan jika orang tersebut berstatus dekat dengan Presiden atau berasal dari partainya sendiri (Gerindra).

Berita Terkait :  HUT ke-8 Perhumas Surabaya Raya, Humas Kian Strategis di Era Krisis Digital

Sementara secara khusus , Gubernur Khofifah mengapresiasi penataan dan manajemen Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah. Pasalnya, museum tersebut dinilainya dapat menyajikan rekam jejak pahlawan nasional perempuan yang semasa hidup memperjuangkan hak-hak para buruh.

“Alhamdulillah, isinya bagus dan tertata indah dan rapi. Di dalam kita bisa melihat berbagai dokumentasi perjuangan Ibu Marsinah, baik foto, kliping koran asli juga pakaian yang dipakainya sebelum jasadnya ditemukan dan sebagainya,” katanya.

Khofifah juga takjub, museum tersebut juga menampilkan diorama situasi yang dihadapi buruh tahun 1990-an.

“Jadi kita bisa napak tilas bagaimana perjuangan buruh saat itu,” lanjut Gubernur Khofifah.

Lebih jauh, orang nomor satu di Jatim ini juga memuji kesiapan lingkungan sekitar untuk mendukung pembangunan Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah. Sehingga, diharapkannya bisa menjadi destinasi wisata edukatif baru juga bisa membangkitkan perekonomian masyarakat Nganjuk.

“Pada tahun 2026 Di Desa Nglundo ini sudah di-SK-kan Desa wisata oleh Bupati Nganjuk, bahkan sudah terbentuk Pokdarwis dan mulai aktif mengelola desa wisatanya. Insya Allah, ini akan semakin menunjang Museum ini dan menjadi amal jariyah Mbak Marsinah yang merupakan sosok Pahlawan Nasional Pejuang Buruh. Bahwa bahkan setelah tiada, beliau tetap membawa manfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Museum Pahlawan Nasional Penataannya Buruh Ibu Marsinah dilakukan dengan pendanaan yang berasal dari donasi buruh seluruh Indonesia juga keuangan organisasi independen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Berita Terkait :  Disambangi Menkop RI, Pamekasan Siap Dukung Kawasan Industri Garam Madura

Pengelolaan museum nantinya akan berada di bawah Yayasan KSPSI dengan penataannya mengadopsi konsep dari Museum Galeri Nasional Singapura.

“Kita tentu berharap perjuangan, keberanian, dan kegigihan untuk menegakkan keadilan dari seorang Mbak Marsinah bisa menginspirasi lebih banyak orang. Dengan adanya Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah ini, insya Allah jejak beliau tidak akan pudar,” pungkas Gubernur Khofifah. [end.ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!