29 C
Sidoarjo
Thursday, May 21, 2026
spot_img

Kota Pasuruan Melesat Masuk Tiga Besar Ramah Lansia Jatim

Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Sinyal positif reformasi pelayanan publik terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.

Di bawah nakhoda Wali Kota H. Adi Wibowo, kota yang karib dengan julukan Kota Madinah sukses merangsek masuk dalam jajaran tiga besar kandidat Kota Ramah Lansia Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Sebuah pembuktian bahwa keterbatasan wilayah bukan halangan untuk melahirkan program kemasyarakatan yang berdampak masif.

Rabu kemarin (13/5), kesiapan Kota Pasuruan diuji langsung oleh tim dewan juri tingkat provinsi. Proses penilaian lapangan dan verifikasi dokumen berlangsung gayeng di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Pasuruan.

Kedatangan korps penguji disambut langsung oleh Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo, yang akrab disapa Mas Adi, bersama Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Wakil Ketua I TP PKK serta jajaran kepala perangkat daerah terkait.

Tak ketinggalan, perwakilan Karang Werda dan tokoh komunitas lansia turut mengawal jalannya penilaian.

Dalam sambutannya Mas Adi menegaskan pencapaian itu bukanlah produk instan atau kerja satu malam.

Sebaliknya, raihan top tiga ini merupakan kristalisasi dari komitmen kolektif antarlini. Di mulai dari birokrasi, kader penggerak hingga kesadaran dari komunitas lansia itu sendiri.

“Keberhasilan Kota Pasuruan masuk tiga besar ini bukan kerja satu pihak, tetapi hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan komunitas lansia yang selama ini aktif bergerak bersama,” ujar Mas Adi di hadapan dewan juri.

Berita Terkait :  Kampung Integrasi Tiblantas- Ketahanan Pangan Kota Batu Disurvey Polda Jatim

Satu instrumen inovasi yang paling menyedot perhatian dewan juri adalah eksistensi Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

Program yang diinisiasi Pemkot Pasuruan ini dinilai sukses mengubah paradigma lama tentang lansia, dari yang semula dianggap sebagai kelompok rentan dan pasif, kini ditransformasikan menjadi entitas yang mandiri, sehat, dan tetap produktif.

Program Selantang yang saat ini sudah menggurita dan berkembang pesat di berbagai wilayah kecamatan Kota Pasuruan, diakui telah menjadi cetak biru (blueprint) alias pilot project yang dicontoh oleh kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

“Program Selantang ini bukan sekadar urusan bangku sekolah atau pendidikan formal bagi kaum tua. Ini adalah ruang aktualisasi untuk menjaga api semangat hidup mereka. Kita ingin memastikan mereka tetap mandiri secara sosial dan produktif,” tandas Mas Adi.

Lebih lanjut, Mas Adi membeberkan indikator makro keberhasilan kotanya dalam memuliakan para lansia. Salah satu yang paling sahih adalah melonjaknya Angka Harapan Hidup (AHH) warga Kota Pasuruan yang kini menyentuh angka 75,19 tahun.

Grafik kenaikan itulah yang menjadi bukti empiris bahwa intervensi kebijakan pemkot berjalan linear dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Agar program tidak sekadar menjadi jargon musiman, Pemkot Pasuruan juga memperkokoh fondasi regulasi dan kelembagaan.

Mas Adi menjelaskan, saat ini tata kelola perlindungan sosial bagi lansia diperkuat melalui pengaktifan Komisi Daerah (Komda) Lansia. Lembaga ini bertugas menyinkronkan seluruh program kerja lintas dinas agar tepat sasaran dan berkelanjutan (sustainable).

Berita Terkait :  THR Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat

Dari sisi implementasi fisik di lapangan, integrasi pelayanan publik ramah lansia terus digenjot.

Mulai dari peningkatan fasilitas Posyandu Lansia, Puskesmas dengan antrean prioritas, layanan medis jemput bola via home care, penyediaan armada ambulans gratis siap siaga 24 jam, hingga pembangunan Taman Lansia sebagai wahana rekreasi dan interaksi sosial.

Solidnya dukungan terhadap predikat Kota Ramah Lansia ini tecermin dari hadirnya seluruh elemen kunci dalam penilaian tersebut.

Tampak hadir mendampingi wali kota antara lain Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapperida, serta seluruh camat se-Kota Pasuruan.

Dukungan moral dan operasional juga disuarakan lantang oleh jajaran pengurus Karang Werda serta komunitas Indonesia Ramah Lansia (IRL) Kota Pasuruan.

Menatap pengumuman akhir dari Pemprov Jatim, optimisme tinggi membubung di jajaran Pemkot Pasuruan.

Kendati demikian, Mas Adi menggarisbawahi bahwa piala atau piagam penghargaan bukanlah muara akhir dari perjuangan birokrasinya.

“Kami tidak hanya mengejar penilaian dari juri atau mengejar trofi. Yang paling esensial adalah memastikan seluruh kebijakan ini benar-benar terasa dampaknya, membahagiakan, dan menyejahterakan para lansia di Kota Pasuruan,” imbuh Mas Adi. [hil.kt].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!