Heru Suseno
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Heru Suseno, saat ini sedang menunggu kedatangan bantuan ribuan pompa air dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan pompa air tersebut sebagai antisipasi kekeringan akibat El Nino pada tahun 2026 ini.
“Ada sekitar 2.263 unit pompa air yang sedang proses dari Kementerian Pertanian,” ujar Heru Suseno saat mendampingi kunjungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Tulungagung, Kamis (14/5) lalu.
Ia menyebut bantuan pompa air sebanyak itu rencananya akan dibagikan pada petani di seluruh Jatim.
“Yang terbanyak untuk daerah timur,” sambungnya.
Daerah timur Jatim menurut dia perlu banyak bantuan pompa air karena irigasi di wilayah tersebut masih banyak yang belum irigasi teknis. Padahal di daerah itu termasuk sentra penghasil padi di Jatim.
“Seperti Jember perlu yang merupakan sentra padi perlu disupport. Begitu pun untuk Situbondo dan Banyuwangi,” paparnya.
Sebelumnya, mantan Pj Bupati Tulungagung ini menyebut karena prediksi cuaca beda dengan hitungan tahun kemarin, target produksi gabah kering giling dan beras juga berbeda. Target produksi gabah kering giling pada tahun ini sebesar antara 10,4 juta ton dan 10,5 juta ton.
“Beras juga begitu. Antara 6,3 juta ton sampai 6,4 juta ton,” terangnya.
Heru Suseno menyatakan tahun 2025 kemarin, cuaca jelas-jelas memihak pada tanaman pangan seperti padi dan jagung. Tetapi pada tahun ini lebih memihak pada tanaman perkebunan seperti tembakau dan tebu.
Pada tahun 2025, produksi beras Jatim mencapai 6,3 juta ton. Lebih tinggi 12 persen dari produksi tahun 2024. Sedang untuk gabah kering giling mencapai 10,43 juta ton atau mengalami kenaikan 13 persen dari tahun sebelumnya.
“Jatim tetap nomor satu penghasil beras nasional,” pungkas Heru Suseno. [wed]


