29.2 C
Sidoarjo
Monday, May 11, 2026
spot_img

Sentuhan Teknologi dan Kehangatan di Balik Dinding Taman Histeria

Kab Pasuruan, Bhirawa
Di sudut tenang Kabupaten Pasuruan, tepatnya di balik dinding sederhana Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pasuruan, sebuah harapan baru mulai mekar bagi para Lansia yang kerap terlupakan.

Di sana, rasa nyeri yang selama bertahun-tahun merantai tubuh-tubuh senja itu kini perlahan memudar, berganti dengan senyum dan semangat hidup yang kembali menyala.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT PSTW Pasuruan membawa terobosan segar bertajuk Inovasi Taman Histeria yang merupakan singkatan dari Hiburan Berbasis Terapi dan Edukasi.

Program ini bukan sekadar rutinitas perawatan medis biasa, melainkan upaya memanusiakan para Penerima Manfaat (PM) yang sebagian besar Lansia terlantar. Salah satu instrumen kunci yang menjadi andalan dalam inovasi ini adalah terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation atau TENS.

Setiap pagi, kesibukan hangat menyelimuti ruangan terapi. Para perawat dan terapis bekerja dengan ketelitian tinggi, namun tetap mengedepankan sisi humanis. Sebelum elektroda menempel ke kulit, mereka duduk sejajar dengan para lansia, membisikkan penjelasan sederhana agar orang-orang tua itu merasa tenang dan aman.

Kalimat-kalimat lembut dan perhatian tulus menjadi ‘obat’ pertama sebelum aliran listrik ringan dari alat TENS bekerja meredakan nyeri di persendian. Mbah Ning Kasih, salah satu lansia berusia 64 tahun, merasakan betul keajaiban kecil ini.

Dengan mata yang berbinar, ia menceritakan bagaimana rasa sakit yang dulu membatasi geraknya kini jauh berkurang. Ia mengaku jauh lebih bersemangat mengikuti berbagai kegiatan harian karena tubuhnya terasa lebih ringan. Kesaksian sederhana dari Mbah Ning menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang dipadukan dengan kasih sayang mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik di usia senja.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Ajak HIPMI Perkuat Peran Dorong Pertumbuhan UMKM

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, Taman Histeria juga menghidupkan kembali keceriaan melalui tangan-tangan kreatif Pekerja Sosial. Mereka menghadirkan berbagai permainan edukatif yang memancing gelak tawa, sebuah pemandangan yang mungkin sempat hilang dari ingatan para penghuni panti. Di sini, para lansia benar-benar didengar, dihargai, dan dipulihkan secara mental.

Kepala UPT PSTW Pasuruan, Saroni SST MSi, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan perubahan positif para penghuni panti. Baginya, Taman Histeria adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merangkul kaum yang rentan.

Saroni menegaskan, menjadi tua bukanlah akhir dari segalanya, dan setiap individu tetap berhak merasakan kenyamanan serta kebahagiaan.

Melalui harmoni antara terapi medis dan pendekatan psikososial, UPT PSTW Pasuruan berhasil membuktikan bahwa inovasi yang tepat sasaran dapat menghidupkan kembali api harapan. Diantara deru halus alat terapi dan renyah tawa di taman, para lansia kini menemukan kembali arti penting kehadiran mereka di dunia. [rac,hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!