32.6 C
Sidoarjo
Monday, May 11, 2026
spot_img

Menyulap Sampah Kemasan Menjadi Produk Kreatif Bernilai Jual


Oleh ;
Felicia Marshya Chrisherdiana
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya

Permasalahan sampah plastik sachet sampai saat ini masih menjadi tantangan yang rumit dalam ekosistem lingkungan, termasuk di kota Surabaya. Berbeda dengan botol plastik yang memiliki nilai jual yang tinggi di tingkat pengepul, limbah sachet sering kali dianggap sebagai sisa yang tidak bernilai karena proses daur ulang yang susah.

Akibatnya, jutaan bungkus kopi, detergen dan makanan ringan berakhir menumpuk di TPA. Padahal, maraknya berita global warming terdapat peluang besar untuk mengubah limbah ini melaui teknik upcycling yaitu cara mengubah barang bekas menjadi barang baru yang memiliki fungsi dan nilai jual.

Sampah sachet dapat diubah menjadi Tas, Dompet, Gantungan kunci, Tempat tissu, Hiasan kepala. Barang tersebut merupakan contoh barang bekas yang sudah diubah menjadi lebih kreatif dan memiliki nilai jual di pusat perbelanjaan. Dengan demikian, diperlukan upaya kepada masyarakat untuk menciptakan barang bekas menjadi barang baru. Menyadari permasalahan sampah sachet hingga mencapai 1.800 ton disetiap harinya angka tersebut sudah melampaui batas lingkungan berdampak, sehingga sampah sachet akan sulit dimusnahkan.

Felicia Marshya Chrisherdiana merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 6 prodi terfavorit di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan gerakan mendorong masyarakat agar lebih kreatif dan lebih pintar dalam memilah dan mengelolah sampah sachet menjadi produk baru dengan langkah awal yang harus diambil adalah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk memberikan pengarahan bahwa sampah sachet memiliki nilai jual.

Berita Terkait :  Dari Limbah MBG ke Energi Bersih

Jika tidak dilakukannya pengarahan, maka hal ini menyebabkan produk upcycling yang dihasilkan akan sulit bersaing dengan produk yang terjual di pusat perbelanjaan. Melalui kegiatan magang selama 4 bulan dari Maret hingga Juli di Bank Sampah Induk Surabaya dapat memberikan pengarahan yang dimulai dari teman-teman kawasan Universitas 17 Agustus 1945 untuk memberikan dampak positif yang signifikan dalam mengurangi penumpukan sampah sachet di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar, mengingat jenis limbah ini sangat sulit diurai dan sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dibandingkan botol plastik. Dengan adanya gerakan edukasi dan praktik upcycling ini, limbah yang sebelumnya hanya berakhir di TPA kini berubah menjadi produk kreatif yang memiliki fungsional seperti tas, dompet, tempat tissu hingga gantungan kunci yang memiliki nilai jual di pasar.

Harapannya, inisiatif yang dijalankan selama masa magang di Bank Sampah Induk Surabaya ini dapat terus memicu kesadaran bersama-sama serta kreativitas masyarakat untuk lebih pintar dalam memilah dan mengelola sampah. Melalui konsistensi dalam memberikan pengarahan, diharapkan produk-produk upcycling ini mampu bersaing secara kualitas di pusat perbelanjaan sehingga melestarikan lingkungan menjadi sebuah gerakan yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi teman-teman mahasiswa dan masyarakat luas. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!