Kota Batu, Bhirawa
Warga Dusun Mojorejo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu kembali menemukan benda artefak yang diduga memiliki nilai sejarah dan budaya. Kali ini Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ditemukan berupa Yoni serta beberapa batu umpak berbentuk bujur sangkar. Penemuan ini diharapkan dapat menjadi awal pengungkapan jejak sejarah dan kebudayaan masa lampau di wilayah Kota Batu, khususnya di Desa Pendem.
Kepada Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi mengatakan bahwa awalnya dia menerima laporan dari warganya, Mochammad Solikin yang juga ketua RW04 desa ini. Selanjutnya Pemerintah Desa Pendem meneruskan informasi tersebut kepada Dinas Pariwisata Kota Batu agar dapat segera dilakukan peninjauan dan kajian oleh pihak berwenang.
”Dengan penemuan Yoni di Desa Pendem ini diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat sekaligus kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda yang diduga sebagai warisan budaya,” ujar Tri Wahyuwono, Jumat (8/5).
Kini penemuan ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait sebelum dilaporkan secara resmi kepada Balai Pelestari Kebudayaan (BPK). Adapun obyek Yoni yang ditemukan memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 50 kali 50 cm.
Temuan artefak Yoni ini masih dalam tahap pendataan dan identifikasi guna memastikan usia dan fungsi. Selain itu juga diteliti keterkaitannya dengan kemungkinan adanya situs bersejarah di wilayah ini . Hasil identifikasi nantinya akan menjadi dasar pelaporan kepada Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) untuk penanganan lebih lanjut.
Diketahui, dalam ajaran Hindu, Yoni melambangkan kesuburan dan merupakan perwujudan Dewi Parwati, sedangkan Lingga melambangkan Dewa Siwa. Keduanya biasanya ditemukan secara berpasangan sebagai simbol keseimbangan dan kehidupan.
”Namun, dalam penemuan di Dusun Mojorejo ini belum ditemukan keberadaan Lingga yang biasanya menyatu atau berada di sekitar Yoni ini,” jelas Tri Wahyuwono.
Dalam pencermatan awal, pada bagian permukaan Yoni terlihat adanya serat batu serta beberapa hiasan atau ornamen yang menunjukkan ciri khas peninggalan masa Hindu klasik. Selain itu, ditemukan pula batu umpak berbentuk bujur sangkar dengan ukuran tinggi 26 cm dan lebar 20 cm yang diduga merupakan bagian dari struktur bangunan kuno.
Dan sampai saat ini penemuan artefak Yoni di wilayah Kota Batu tergolong banyak. Kondisi tanah di kota ini tepatnya di Desa Pendem yang subur diyakini menjadi salah satu alasan berkembangnya peradaban agraris. Artinya, temuan ini erat kaitannya dengan simbol-simbol kesuburan masyarakat pertanian pada masa lampau.
Desa Pendem memang dikenal sebagai wilayah yang banyak peninggalan sejarah, terutama dari masa kerajaan Hindu-Budha. Selain artefak Yoni, di desa ini juga telah ditemukan struktur bangunan kuno berbahan batu bata merah berukuran besar. Bangunan ini diduga merupakan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Selain itu di Desa Pendem juga telah ditemukan benda-benda arkeologis seperti Arca Sekte Siwa, Lesung Batu, Lingga Yoni, dan koin Belanda.
Ditambahkan Pamong Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu, Noerad Adikarsa Poernomo menjelaskan beberapa ukiran yang ada pada artefak Yoni semula tertutup tanah. Ukiran tersebut akhirnya terlihat saat dilakukan proses perataan.
”Sayangnya, kondisi artefak ini sudah tidak utuh lagi karena bagian cerat atau lubang pancuran airnya ditemukan dalam kondisi rusak atau terpotong,” ujar Noerad.
Disparta berencana melaporkan temuan ini ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) untuk proses identifikasi lanjutan sekaligus pendataan resmi sebagai benda cagar budaya. Setelah melakukan verifikasi lapangan, Disparta berencana mendaftarkan temuan Yoni ini sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Registrasi Cagar Budaya Nasional. [nas.fen]


