Bondowoso, Bhirawa
Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Bondowoso periode 2025-2029 resmi dilantik pada Sabtu (9/5) di Pendopo Raden Bagus Asra.
Prosesi pelantikan yang dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU, H. Wardi Taufik, diketahui mengusung tema “Akselerasi Sarjana NU: Merawat Tradisi, Menggerakkan Inovasi”.
Momentum ini menegaskan peran strategis kaum intelektual NU dalam menjawab tantangan sosial serta mengakselerasi pembangunan daerah melalui pendekatan berbasis keilmuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, Ketua PW ISNU Jawa Timur, Rois Syuriyah PCNU Bondowoso, serta jajaran pengurus badan otonom dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama Bondowoso.
Ketua PC ISNU Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i menegaskan komitmen jajaran pengurus untuk lebih mengedepankan pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat daripada sekadar seremonial pelantikan.
Menurutnya, semangat para pengurus saat ini menjadi modal penting untuk menjalankan organisasi secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami ingin bekerja dan mengabdi terlebih dahulu. Jangan sampai semangat hanya besar di awal, kemudian kendor setelah pelantikan,” ujarnya.
Ia mengaku optimistis kepengurusan PC ISNU Bondowoso mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pria yang juga sebagai Wakil Bupati Bondowoso itu berkomitmen bahwa dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar musyawarah kerja guna menyusun langkah strategis organisasi.
Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin terlalu banyak membuat prediksi atau wacana besar. Menurutnya, kondisi saat ini sering kali sulit diperkirakan sehingga organisasi harus lebih fokus pada langkah konkret dan responsif terhadap persoalan daerah.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana ISNU bisa ikut berkontribusi menyelesaikan berbagai problematika yang ada di Kabupaten Bondowoso,” katanya.
Ia berharap seluruh pengurus tetap menjaga semangat kebersamaan dan konsisten menjalankan pengabdian demi kemajuan masyarakat dan daerah.
Sementara itu Ketua PW ISNU Jawa Timur, M. Afif Hasbullah menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan sinergi dengan pemerintah agar ISNU mampu berjalan aktif dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kemauan pengurus untuk terus bergerak dan menjaga komunikasi serta koordinasi antarkader.
“Organisasi itu bisa hidup asal kita punya kemauan. Kalau langkah pertama saja sudah merasa berat, maka langkah berikutnya akan semakin sulit. Padahal seribu langkah dimulai dari satu langkah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar tidak hanya aktif saat pelantikan, tetapi benar-benar menjalankan organisasi secara konsisten dan total.
“ISNU tidak punya pilihan lain selain bergerak secara kaffah untuk membesarkan organisasi. Sempat atau tidak sempat, organisasi harus tetap dijalankan,” katanya.
Prof Afif menilai saat ini Nahdlatul Ulama memiliki potensi besar dari kalangan intelektual dan sarjana yang tersebar di berbagai sektor strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, kehadiran ISNU dinilai menjadi wadah penting untuk mengonsolidasikan sumber daya intelektual tersebut.
“Hari ini banyak posisi penting di negara diisi oleh intelektual NU. Bahkan diaspora intelektual NU sudah berada di pusat-pusat keilmuan dunia, baik di Eropa, Amerika maupun Timur Tengah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tradisi intelektual sejatinya telah tumbuh lama di lingkungan Nahdlatul Ulama sejak organisasi tersebut didirikan oleh para ulama. Melalui ISNU, potensi tersebut kini diperkuat dalam wadah organisasi yang lebih terstruktur.
Pantauan dilapangan, diketahui bahwa Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i dilantik sebagai Ketua PC ISNU Bondowoso masa khidmat 2025-2029. [san.kt]


