29.2 C
Sidoarjo
Thursday, May 7, 2026
spot_img

Bupati Kediri Dorong Kontes Sapi Digelar Setiap Tahun, Target Jadi Terbaik se-Jatim


Kab Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong kontes sapi tingkat kabupaten dapat digelar rutin setiap tahun setelah sempat vakum sejak 2019. Ajang tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi kontes ternak terbaik di Jawa Timur sekaligus mendukung sektor peternakan daerah.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan hal itu saat meninjau sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang kontes sapi di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Rabu (6/5).

“Tahun depan harus bisa diselenggarakan lagi dengan euforia yang lebih besar. Harapan saya ini bisa jadi kontes ternak terbaik di Jawa Timur,” ujarnya.

Kontes sapi Kabupaten Kediri tahun 2026 digelar selama dua hari mulai Selasa (5/5). Kegiatan itu menjadi penyelenggaraan pertama setelah terakhir kali diadakan pada 2019.

Sebanyak 134 peserta dari 26 kecamatan mengikuti kontes yang terbagi dalam tiga kategori utama, yakni sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil persilangan inseminasi buatan (IB), serta kategori kereman ekstrem. Pada kelas ekstrem, bobot sapi terberat mencapai 1 ton 214 kilogram.

Bupati Hanindhito menyebut populasi sapi di Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, populasi sapi tercatat mencapai 216.886 ekor, naik dibanding tahun 2024 yang berada di angka 214.715 ekor.

Menurutnya, sektor peternakan harus terus dijaga untuk menopang program ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap pencegahan wabah penyakit hewan ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berita Terkait :  Setujui Anggaran Penanganan PMK Rp25 Miliar

Ia menyinggung kondisi saat wabah PMK yang sempat menyebabkan penutupan pasar hewan di Kabupaten Kediri. Karena itu, ketersediaan vaksin dinilai harus tetap terjaga guna mengantisipasi munculnya wabah serupa.

Selain itu, bupati juga berharap potensi peternakan sapi di Kabupaten Kediri dan adanya kontes tahunan dapat menarik minat munculnya peternak baru.

Menurutnya, sektor peternakan tidak hanya dapat digeluti masyarakat yang memiliki latar belakang peternak, tetapi juga siapa saja yang memiliki kemauan belajar dan ketekunan.

“Ulet dan telaten kata kuncinya,” tandasnya. [van/nov.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!